RADAR MALIOBORO – Rapper sekaligus pendiri label musik Korea Selatan Dream Perfect Regime (DPR), Christian Yu alias DPR IAN, secara terbuka mengungkapkan keluhannya di media sosial X. Ia menyebut bahwa selama 10 tahun terakhir berkarier di DPR, dirinya telah merancang dan memproduksi hampir setiap proyek tanpa mendapatkan imbalan finansial yang sepadan.
Dalam cuitannya pada Selasa (7/10/2025), DPR IAN juga secara terang-terangan menyinggung mantan CEO DPR, Scott Kim atau DPR REM.
“Aku yang mengedit, membuat efek visual (VFX), dan menciptakan konsep DPR dari nol! Dan selama 10 tahun terakhir, setelah aku memberikan seluruh hidupku untuk ini, aku malah dapat (penghasilan) lebih sedikit dari sekretaris yang kurekrut sendiri. Itu semua terjadi di bawah aturan Scott,” tulisnya di akun X pribadinya.
Ia kemudian menyinggung orang-orang yang menyalahkannya atas keputusan DPR LIVE atau Hong Dabin yang meninggalkan DPR.
“Sialan kalian semua yang menyalahkanku, yang berpikir kalau LIVE (Dabin) pergi gara-gara aku! Padahal aku yang selama ini melakukan apapun cuma untuk bantu dia. Kalian pikir aku dapat uang dari semua ini? Kalian pikir aku kaya gara-gara DPR?”
Sebelumnya, DPR LIVE diketahui memang sempat berselisih dengan Scott Kim terkait dugaan pembagian keuntungan dan penghasilan tur dunia yang dinilai tidak adil. Setelah meninggalkan DPR, Dabin mendirikan labelnya sendiri, CTYL, dan menggunakan nama aslinya sebagai nama panggung.
DPR IAN, yang merupakan produser eksekutif dan sekarang menjabat sebagai CEO DPR, juga pernah menyinggung Scott sebelumnya.
Dalam suatu siaran langsung, ia pernah membantah klaim bahwa DPR REM membuat lagunya sendiri dan mendapatkan kredit atas karyanya. DPR IAN menegaskan DPR REM sama sekali tidak pernah berpartisipasi dalam proses kreatif.
Dalam salah satu unggahan terbarunya, DPR IAN kembali menyinggung Scott secara khusus. Ia menulis bahwa ia tidak ingin Scott “menemukan kedamaian” dan menyebutnya sebagai sosok yang licik serta tidak layak dipercaya di dunia kerja. IAN juga mengingatkan tentang percakapan terakhir mereka yang menyiratkan bahwa Scott “akan memahami alasannya suatu hari nanti.”
Para penggemar DPR, yang dijuluki sebagai DREAMers, banyak menyuarakan dukungan untuk DPR IAN dan DPR LIVE. DREAMers juga menyoroti kembali konflik internal dengan DPR REM yang disebut-sebut telah lama menjadi rahasia umum di kalangan penggemar.
Deretan unggahan keluhan DPR IAN diakhiri dengan sebuah cuitan singkat, “Aku benar-benar muak dan lelah dengan omong kosong palsu ini. Sudah waktunya untuk menjadi diriku sendiri.”
Hingga kini, pihak Scott Kim belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan DPR IAN tersebut.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin