RADAR MALIOBORO – Seiring berjalannya waktu, perbincangan mengenai masa depan pemerintahan di Gaza semakin intensif. Israel dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menyerahkan kendali atas Gaza kepada Otoritas Palestina setelah konflik dengan Hamas mereda. Sementara itu, Hamas juga menyatakan kesiapannya untuk menyerahkan pemerintahan di Gaza kepada lembaga Palestina yang independen.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan bahwa masa depan Gaza akan berada di bawah pemerintahan Palestina, dengan jaminan bahwa pemerintahan tersebut tidak akan memusuhi Israel. Gallant juga telah mengajukan rencana tersebut kepada kabinet untuk dibahas lebih lanjut.
Namun, penyerahan ini akan dilakukan setelah Israel berhasil melenyapkan semua ancaman dari kelompok radikal di Gaza. Israel juga akan mengambil langkah-langkah untuk memperkuat posisi Otoritas Nasional Palestina di Tepi Barat.
Otoritas Palestina sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih Gaza setelah perang usai. Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, menegaskan bahwa kedaulatan atas Jalur Gaza adalah milik Negara Palestina, dan hubungan antara Tepi Barat dan Jalur Gaza harus dicapai melalui hukum dan lembaga pemerintahan Palestina.
Hamas dilaporkan telah menyetujui beberapa poin dari usulan Amerika Serikat terkait rencana perdamaian, termasuk pembebasan sandera Israel. Namun, Hamas menolak untuk menyerahkan senjata mereka sampai tentara nasional Palestina dibentuk. Hamas juga menekankan bahwa keputusan terkait pelucutan senjata dan kendali atas Jalur Gaza adalah milik seluruh rakyat Palestina.
Amerika Serikat (AS) telah menyampaikan bahwa Palestina adalah pihak yang paling layak untuk mengelola Gaza. Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menyatakan bahwa pemerintahan pasca-krisis harus mencakup pemerintahan yang dipimpin Palestina dan Gaza bersatu dengan Tepi Barat di bawah Otoritas Palestina.
Presiden AS saat itu, Donald Trump, juga telah mengusulkan rencana perdamaian yang mencakup pembebasan sandera dan penyerahan administrasi Gaza kepada otoritas Palestina. Liga Arab juga mendesak Hamas untuk menyerahkan Gaza ke Otoritas Palestina sebagai langkah solusi perdamaian.
Baca Juga: Lima Saksi Bisu Revolusi: Menguak Kisah Paling Kelam dan Heroik di Jantung Yogyakarta!
Meskipun ada kemajuan dalam pembicaraan, masih ada tantangan dan rintangan yang signifikan. Israel masih terus melakukan serangan di Gaza. Selain itu, Hamas dan Israel masih memiliki perbedaan pendapat mengenai beberapa ketentuan dalam rencana perdamaian.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin