RADAR MALIOBORO – Platform gaming besar seperti Steam dan Riot Games sempat mengalami gangguan serentak pada Selasa (7/10/2025). Insiden tersebut memicu spekulasi bahwa penyebabnya adalah serangan DDoS (Distributed Denial of Service) berskala besar yang menarget banyak layanan sekaligus.
DDoS sendiri merupakan serangan siber yang bertujuan untuk mengganggu server dengan lalu lintas data dalam jumlah besar, sehingga layanan menjadi lambat atau tidak tersedia bagi pengguna yang sah.
Menurut laporan pengguna di Downdetector, gangguan mulai meningkat sekitar pukul 20:00 ET (Waktu Pantai Timur AS) pada Senin (6/10/2025).
Banyak pengguna melaporkan tidak bisa masuk, terputus dari server, atau muncul pesan “error” dalam aplikasi Steam maupun game di bawah naungan Riot Games seperti League of Legends dan Varolant.
Pihak Riot Games telah resmi mengonfirmasi adanya game disconnection status (masalah pemutusan koneksi) dan menyatakan bahwa mereka telah menonaktifkan antrean “ranked queues” di beberapa wilayah sambil melakukan investigasi. Riot juga menyebut akan memberikan kompensasi kepada pemain yang terdampak gangguan ini.
Sementara itu, platform lain seperti PlayStation Network, Xbox Live, Epic Games Store, juga mengalami lonjakan laporan gangguan. Bahkan beberapa layanan internet seperti Amazon Web Services (AWS) turut mengalami gangguan tidak lazim.
Belum ada konfirmasi resmi dari Valve selaku developer Steam mengenai penyebab gangguan, namun komunitas keamanan siber dan analis menduga bahwa botnet Aisuru berada di balik serangan ini, dikutip dari sumber FastNetMon.
Berdasarkan laporan awal, puncak serangan kemungkinan mencapai 26,69 terabit per detik (Tbps). Jika informasi ini benar, insiden ini akan melewati rekor serangan DDoS sebelumnya (sekitar 22,2 Tbps) yang tercatat beberapa waktu lalu.
Botnet Aisuru dikabarkan terdiri dari perangkat Internet of Things (IoT) seperti kamera, router rumah, dan perangkat pintar lain. Setelah terinfeksi, botnet tersebut bisa menggabungkan kekuatan perangkat dari berbagai negara untuk melancarkan serangan siber besar-besaran.
Baca Juga: Dilaporkan Kritis, Penyanyi Hits 90-an Shirley Kwan Dirawat di ICU
Aisuru dianggap sebagai salah satu botnet terbesar yang aktif dengan estimasi node lebih dari 300.000 perangkat yang dikuasai.
Saat ini, Steam diketahui telah kembali beroperasi meskipun masih ada laporan gangguan ringan di beberapa area. Sementara Riot Games menyebut bahwa sebagian besar game telah stabil kembali, namun tim mereka masih terus memantau kondisi jaringan.
Para ahli siber menyebut insiden ini sebagai sinyal bahwa serangan DDoS terhadap industri game berpotensi bisa menjadi lebih sering dan dengan skala yang semakin besar di masa mendatang.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin