RADAR MALIOBORO – Fenomena Kpop Demon Hunters tidak hanya mengguncang dunia animasi dan film global, tetapi juga membuka kembali pembicaraan tentang sosok-sosok berbakat yang selama ini berada di balik layar industri K-Pop.
Film garapan Sony Pictures Animation dan Netflix ini dirilis pada pertengahan 2025. Kpop Demon Hunters menceritakan tentang tiga pemburu iblis yang menyamar menjadi grup K-Pop bernama HUNTR/X. Mereka adalah Rumi, Mira, dan Zoey, yang masing-masing memiliki persona unik di atas panggung.
Di balik ketiga karakter fiksi tersebut, ada tiga penyanyi di dunia nyata, yaitu EJAE sebagai Rumi, Audrey Nuna sebagai Mira, dan Rei Ami sebagai Zoey.
Ketiganya membawakan lagu utama berjudul “Golden,” yang kini tengah viral dan bahkan mengantarkan mereka tampil di acara besar sepertiThe Tonight Show Starring Jimmy Fallon. Namun, yang paling menarik perhatian publik baru-baru ini adalah EJAE karena perjalanannya yang luar biasa di dunia K-Pop.
Nama asli EJAE adalah Kim Eun-Jae. Ia dikenal sebagai salah satu mantan trainee di SM Entertainment, agensi yang menaungi idol ternama seperti EXO, Red Velvet, aespa, dan NCT.
EJAE menjalani masa pelatihan selama sekitar 10 tahun. Ia bahkan sempat disiapkan untuk debut dalam beberapa proyek pra-debut SM. Sayangnya, rencana itu tidak pernah terwujud.
Menurut sejumlah laporan media Kore, salah satu alasan gagalnya debut EJAE adalah faktor usia. Setelah bertahun-tahun menjadi trainee, EJAE dianggap “terlalu tua” untuk debut dalam grup idol perempuan di bawah SM.
Namun, alih-alih menyerah, EJAE memutuskan beralih ke jalur penulisan lagu (songwriter) dan keputusan itu menjadi titik balik dalam kariernya.
Pasca meninggalkan SM, EJAE melanjutkan pendidikan di New York University Tisch School of the Arts dan menekuni bidang produksi musik.
Namanya mulai dikenal luas ketika ia terlibat dalam produksi lagu “Psycho” milik Red Velvet, yang menjadi salah satu lagu K-Pop paling populer di dunia. Sejak saat itu, EJAE aktif menulis lagu untuk berbagai artis besar, termasuk aespa “Dreams Come True,” TWICE “Talk That Talk,” LE SSERAFIM, NMIXX, BoA, dan banyak lagi.
Ia terus bekerja sama dengan SM dan agensi K-Pop lainnya, serta menciptakan sampel vokal “Girl Crush K-Pop” untuk para produser musik.
EJAE kemudian dipercaya menjadi penyanyi utama karakter Rumi, dan sekaligus ikut menulis sebagian dari lirik “Golden.” Lagu ini menggambarkan semangat dan pencarian jati diri, tema yang terasa sangat dekat dengan perjalanan EJAE sendiri.
“Lagu ini bukan hanya tentang bersinar di panggung, tapi tentang menemukan cahaya dalam dirimu sendiri,” ujar EJAE dalam wawancaranya dengan Tatler Asia.
Bisa dibilang, “Golden” menjadi simbol debut tak langsung bagi EJAE di dunia K-Pop. Meski bukan debut sebagai idol, EJAE telah berhasil menjadi penyanyi utama dari proyek animasi yang kini dikenal di seluruh dunia.
Perjalanan EJAE menjadi gambaran nyata kerasnya industri hiburan Korea. Banyak trainee berbakat yang bertahun-tahun berlatih tanpa pernah debut. amun, cerita EJAE membuktikan bahwa jalan menuju sukses tidak selalu harus lewat jalur idol. Melalui “Golden,” ia berhasil menemukan panggungnya sendiri.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin