RADAR MALIOBORO - Perusahaan alas kaki legendaris PT Sepatu Bata Tbk (BATA) secara resmi mengumumkan penghentian produksi sepatu di Indonesia. Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan mengalami kerugian berulang dalam beberapa tahun terakhir akibat penurunan penjualan dan perubahan perilaku konsumen.
Penghentian produksi ini menandai akhir dari era panjang keberadaan Bata sebagai salah satu produsen sepatu tertua di tanah air. Total aset perusahaan juga mengalami penurunan menjadi Rp377,98 miliar hingga akhir Juni 2025, dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp405,66 miliar. Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp434,53 miliar dengan ekuitas sebesar Rp56,54 miliar. Meskipun begitu, perusahaan menegaskan akan tetap mempertahankan kegiatan distribusi dan penjualan untuk sementara waktu, sembari mengevaluasi arah bisnis di masa mendatang.
Bata, yang berdiri di Indonesia sejak 1931, selama ini dikenal luas dengan produk-produk sepatu sekolah, sandal, dan alas kali kasual. Namun, meningkatnya persaingan dengan merek internasional serta belanja online disebut menjadi salah satu faktor yang membuat penjualan perusahaan terus merosot. Sejumlah warganet menyayangkan keputusan tersebut, mengingat Bata merupakan merek yang punya kenangan tersendiri bagi banyak masyarakat Indonesia.
Kini, BATA menjalankan bisnis dengan mengandalkan 100% produksi dari suplier lokal. Pusat distribusi pun dipindah dari Purwakarta ke Jakarta. BATA juga berkerja sama dengan perusahaan logistik dalam mengelola barang di warehouse yang kemudian disalurkan ke toko-toko Sepatu Bata.
(Dela Apriyanti)
Editor : Iwa Ikhwanudin