Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengungkap Sejarah Kota Yogyakarta, Dari Mataram Islam hingga Kota Budaya

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:04 WIB
Ilustrasi Mengungkap Sejarah Kota Yogyakarta, Dari Mataram Islam hingga Kota Budaya. (Pinterest)
Ilustrasi Mengungkap Sejarah Kota Yogyakarta, Dari Mataram Islam hingga Kota Budaya. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Kota Yogyakarta atau yang akrab disebut Jogja dikenal luas sebagai kota budaya dan pendidikan. Namun di balik pesonanya yang hangat Yogyakarta menyimpan sejarah panjang yang berakar dari masa kejayaan Kerajaan Mataran Islam hingga menjadi daerah istimewa yang kita kenal saat ini.

Sejarah Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari berdirinya Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16. Kerajaan besar yang semula berpusat di Kotagede ini didirikan oleh Panembahan Senopati. Di bawah kepemimpinannya, Mataram Islam tumbuh menjadi kerajaan yang kuat di tanah Jawa, dengan pengaruh politik dan budaya yang luas.

Kotagede, yang kini menjadi salah satu kawasan bersejarah di Yogyakarta, dulunya merupakan pusat pemerintahan Mataram Islam. Di sana masih dapat dijumpai peninggalan bersejarah seperti tembok kota, Masjid Agung Kotagede, serta kompleks makam raja-raja Mataram yang menjadi saksi bisu awal mula kejayaan Yogyakarta.

Sejarah penting Yogyakarta bermula setelah terjadinya Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Perjanjian ini membagi Kerajaan Mataram menjadi dua: Kesultanan Yogyakarta yang dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwono I, dan Kasunanan Surakarta yang dikepalai oleh Pakubuwono III.

Pasca perjanjian tersebut, Sultan Hamengkubuwono I mendirikan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai pusat pemerintahan baru. Dari sinilah cikal bakal berdirinya Kota Yogyakarta dimulai. Keraton menjadi simbol kedaulatan, pusat budaya, serta tempat berlangsungnya berbagai upacara adat dan tradisi yang masih dilestarikan hingga kini. Pada masa kolonial, Yogyakarta menjadi salah satu wilayah penting yang strategis bagi Belanda dan Jepang. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Yogyakarta memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa.

Berkat dukungan penuh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII, Yogyakarta sempat menjadi ibu kota Republik Indonesia pada tahun 1946–1949 ketika Jakarta diduduki Belanda. Sikap patriotik kedua tokoh inilah yang kemudian membuat Yogyakarta diberi status Daerah Istimewa sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah Indonesia.

Hingga kini, Yogyakarta dikenal sebagai salah satu kota paling bersejarah di Indonesia. Selain menjadi pusat kebudayaan Jawa, kota ini juga tumbuh sebagai kota pendidikan dengan banyaknya universitas ternama seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Kawasan Malioboro, Tugu, hingga Keraton Yogyakarta menjadi ikon yang menggambarkan perpaduan antara nilai sejarah, budaya, dan kehidupan modern yang harmonis. Pemerintah dan masyarakat Yogyakarta terus berupaya menjaga warisan sejarah agar tetap lestari. 

(Dela Apriyanti)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kota #sejarah #jogja