Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kampung Pitu: Misteri Jumlah 7 Keluarga dan Kepercayaan di Gunungkidul

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:55 WIB
Ilustrasi salah satu rumah yang ada di Kampung Pitu
Ilustrasi salah satu rumah yang ada di Kampung Pitu

RADAR MALIOBORO – Terletak di Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta, Kampung Pitu menjadi buah bibir karena keunikannya. Sesuai namanya, "pitu" yang berarti tujuh dalam bahasa Jawa, kampung ini memiliki aturan adat yang menyatakan bahwa hanya boleh ada tujuh kepala keluarga (KK) yang menghuninya. Konon, jika jumlah ini dilanggar, musibah akan menimpa warga.

Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, Kampung Pitu bermula dari kisah seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta yang menemukan pohon Kinah Gadung Wulung berisi pusaka sakti. Keraton kemudian mengadakan sayembara, siapa pun yang mampu merawat pusaka tersebut akan diberi tanah. Eyang Iro Kromo berhasil memenangkan sayembara tersebut dan menjadi cikal bakal penghuni Kampung Pitu.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa sebelumnya, wilayah ini bernama Telogo Guyangan, yang merupakan tempat pemandian kuda sembrani milik bidadari. Jejak kuda sembrani ini konon masih dapat dilihat hingga sekarang. Nama Kampung Pitu sendiri baru populer sekitar tahun 2014 atau 2015.

Masyarakat Kampung Pitu meyakini bahwa kampung mereka memiliki kekuatan magis dan dijaga oleh makhluk halus yang tunduk pada perintah leluhur Keraton Yogyakarta. Mereka percaya bahwa hanya "orang-orang pilihan alam" yang mampu bertahan hidup di sana. Jika ada keluarga baru yang ingin tinggal, salah satu keluarga lama harus pindah.

Selain batasan jumlah keluarga, ada pula pantangan untuk menggelar wayang kulit karena gunung di sekitar kampung bernama Gunung Wayang. Masyarakat juga menggelar berbagai ritual seperti Rasulan, Tingalan, dan Ngabekten sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada alam.

Kampung Pitu kini menjadi salah satu daya tarik wisata di Gunungkidul. Meski terletak di daerah terpencil dengan akses jalan yang cukup sulit, banyak wisatawan yang tertarik untuk melihat langsung keunikan kampung ini dan merasakan suasana pedesaan yang tenang. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan peternak.

Meskipun adat dan kepercayaan masih dipegang teguh, beberapa warga mulai merantau ke kota setelah menyelesaikan sekolah. Akses yang sulit dan masalah ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Kampung Pitu.

Baca Juga: Heboh! Lesti Kejora Dikabarkan Hamil Anak Ketiga, Netizen Ramai Beri Ucapan Selamat

(Laeli Musfiroh)

(Sumber : Berbagai Sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#gunung kidul #kampung #pitu #Nglanggeran