Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Makna Filosofi Batik Parang Rusak Kusumo, Simbol Kehormatan dan Keanggunan

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:02 WIB
Ilustrasi Makna Filosofi Batik Parang Rusak Kusumo, Simbol Kehormatan dan Keanggunan. (Pinterest)
Ilustrasi Makna Filosofi Batik Parang Rusak Kusumo, Simbol Kehormatan dan Keanggunan. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Di antara deretan motif batik klasik yang lahir dari tanah Jawa, Batik Parang Rusak Kusumo menjadi salah satu yang memiliki makna mendalam dan penuh nilai filosofi luhur. Motif ini bukan sekadar hiasan kain, tetapi juga cerminan kehidupan, perjuangan, dan kebijaksanaan bagi siapa pun yang mengenakannya.

Pengembangan dari motif Parang Rusak, salah satu motif batik tertua di Indonesia. Motif ini awalnya hanya dikenakan oleh kalangan keraton Yogyakarta dan Surakarta, khususnya oleh raja atau bangsawan dalam acara penting. Penambahan kata “Kusumo” yang berarti bunga atau keharuman, melambangkan kemuliaan budi pekerti serta keanggunan seseorang.

Secara filosofi, makna motif Parang Rusak Kusumo menggambarkan perjuangan manusia dalam mengendalikan hawa nafsu dan menjaga keharmonisan hidup. Kata “parang” berarti tebing atau ombak yang terus bergerak, melambangkan semangat pantang menyerah, sementara “rusak” menandakan kemampuan memperbaiki diri dari kesalahan.

Ketika berpadu dengan “kusumo”, maknanya semakin dalam mengajarkan bahwa setelah perjuangan dan perbaikan diri, manusia akan mencapai keharuman nama dan keluhuran hati. Batik ini mengajarkan keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan, antara kuasa dan kebijaksanaan.

Di lingkungan keraton, Batik Parang Rusak Kusumo sering dikenakan oleh para pemimpin memiliki simbol sebagai lambang kewibawaan, tanggung jawab, dan keadilan. Motifnya yang berpola diagonal menyerupai ombak laut yang tak pernah berhenti juga menjadi simbol konsistensi dan semangat perjuangan tanpa henti dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin rakyat.

Kini, meskipun sudah banyak digunakan oleh masyarakat umum, makna Batik Parang Rusak Kusumo tetap dijaga. Banyak desainer batik modern yang mengangkat kembali motif ini untuk busana formal maupun kasual, tanpa menghilangkan nilai sakral dan elegansinya. Bagi generasi muda, mengenakan Batik Parang Rusak Kusumo bukan hanya soal gaya, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dan nilai-nilai luhur leluhur Jawa. 

Batik Parang Rusak Kusumo adalah simbol kehidupan yang dinamis perjuangan tiada henti untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bijak, dan harum namanya di tengah masyarakat. Dalam setiap goresan motifnya, tersimpan pesan bahwa kemuliaan sejati lahir dari keteguhan hati dan kebijaksanaan dalam bertindak.

(Dela Apriyanti)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#batik #Motif #parang rusak