RADAR MALIOBORO - Bunga kamboja (Plumeria) dikenal luas di Indonesia, terutama karena kerap ditemukan tumbuh di area pemakaman. Karena kemunculannya di tempat yang identik dengan kematian, bunga ini pun sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis. Dalam budaya Jawa dan Bali, bunga kamboja dipercaya sebagai simbol roh atau penanda kehadiran makhluk halus. Baunya yang harum di malam hari menambah kesan mistis dan memicu anggapan bahwa bunga ini menjadi perantara dunia nyata dan gaib.
Salah satu mitos yang populer menyebutkan bahwa bunga kamboja berkelopak genap bisa membawa keberuntungan. Jenis ini dianggap langka, dan bagi yang menemukannya dipercaya akan memperoleh rezeki tak terduga. Mitos lainnya menyebutkan bahwa bunga kamboja dapat menjadi media komunikasi dengan roh leluhur, terutama jika diletakkan di atas makam atau dijadikan sesaji. Di sisi lain, dalam feng shui, tanaman ini dianggap membawa energi negatif jika ditanam di depan rumah karena diyakini dapat mengundang roh gentayangan.
Meski banyak mitos berkembang, bunga kamboja juga memiliki makna positif dalam beberapa budaya. Di Bali, misalnya, bunga ini digunakan dalam ritual keagamaan dan dianggap sebagai lambang kemurnian serta persembahan kepada para dewa. Dalam budaya Hawaii, Plumeria justru melambangkan cinta, kesetiaan, dan keindahan. Ini menunjukkan bahwa makna simbolis bunga kamboja sangat dipengaruhi oleh konteks budaya dan keyakinan lokal masyarakat setempat.
Dari sudut pandang ilmiah, tidak ada bukti bahwa bunga kamboja memiliki kekuatan mistis. Aromanya yang harum berasal dari senyawa kimia alami, bukan karena daya tarik spiritual. Kepercayaan terhadap mitos bunga kamboja umumnya bersifat turun-temurun dan berakar dari pengalaman serta cerita rakyat. Meski demikian, keberadaan mitos tersebut tetap menarik sebagai bagian dari kekayaan budaya dan spiritualitas lokal yang mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia
(Adessia Miftahullatifah)
Editor : Iwa Ikhwanudin