RADAR MALIOBORO – Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, playlist afirmasi positif telah menjadi tren populer. Pasalnya, musik kini bertransformasi menjadi terapi mandiri yang mudah diakses. Didorong oleh musisi yang mengangkat tema penerimaan diri dan optimisme, jutaan pendengar, terutama generasi muda banyak menggunakan lagu sebagai ‘penyemangat diri’. Hal ini menandai pergeseran cara kita dalam memanfaatkan seni untuk mendukung kebutuhan emosional.
Popularitas musik afirmasi ini bukan berdasarkan ilmiah. Ketika seseorang mendengarkan lagu dengan lirik membangun seperti “aku hebat”, “tidak apa-apa untuk beristirahat sejenak”, otak akan melepaskan dopamin, yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi. Proses inilah yang membantu mengaktifkan kembali sirkuit penghargaan di otak, yang seringkali tumpul akibat stres atau kecemasan.
5 lagu afirmasi seperti “Rehat” Kunto Aji, “Manusia Kuat”, “Tutur Batin” Yura Yunita, “Diri” Feby Putri, dan “Evaluasi” Hindia. Dengan memanfaatkan prinsip psikologis ini, mereka membantu para pendengarnya mengganti narasi negatif di kepala (inner critic) menjadi pesan yang suportif dan penuh harapan, sebuah bentuk self-talk yang diperkuat oleh ritme yang menenangkan.
Dengan akses tak terbatas ke layanan streaming musik, membuat playlist afirmasi ini telah menjadi bentuk terapi personal dan berbiaya rendah (low-budget). Alih-alih mengeluarkan biaya untuk ke psikolog, seseorang dapat langsung merespons kebutuhan emosional mereka, baik itu menenangkan pikiran mereka dengan lagu yang tenang atau membangkitkan semangat.
Lima lagu afirmasi positif di atas menawarkan lirik yang sangat validatif, memastikan bahwa Anda tidak hanya menikmati melodinya saja yang indah, melainkan juga secara aktif memprogram ulang pikiran Anda menuju kedamaian dan kesejahteraan mental.
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin