Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sam Rivers, Bassist Limp Bizkit, Meninggal Dunia di Usia 48 Tahun

Iwa Ikhwanudin • Senin, 20 Oktober 2025 | 15:04 WIB
Potret Sam Rivers dalam salah satu penampilannya bersama Limp Bizkit tahun lalu. (Instagram/@samriverslb)
Potret Sam Rivers dalam salah satu penampilannya bersama Limp Bizkit tahun lalu. (Instagram/@samriverslb)

RADAR MALIOBORO – Sam Rivers, bassist sekaligus anggota pendiri band nu-metal legendaris Limp Bizkit, dikonfirmasi meninggal dunia pada usia 48 tahun. Kabar duka tersebut diumumkan langsung oleh band melalui unggahan di akun media sosial resmi mereka pada Minggu (19/10/2025) waktu setempat.

“Hari ini kami kehilangan saudara kami. Rekan band kami. Detak jantung kami,” tulis pernyataan tersebut.

“Kami mencintaimu, Sam. Kami akan membawamu selalu bersama kami. Istirahatlah dengan tenang, saudaraku. Musikmu tak akan pernah berakhir.”

Sam Rivers lahir di Jacksonville, Florida, pada 2 September 1977. Ia memulai karier musiknya sejak remaja dan membentuk beberapa grup lokal sebelum akhirnya bergabung dengan vokalis Fred Durst dan gitaris Wes Borland untuk membentuk Limp Bizkit pada tahun 1994.

Rivers memiliki peran penting dalam membentuk identitas musik Limp Bizkit, yang dikenal dengan perpaduan khas antara riff metal berat, ritme hip-hop, dan lirik bernada pemberontakan.

Bersama drummer John Otto dan DJ Lethal, mereka menciptakan formula musik yang kemudian menjadi ciri khas gerakan nu-metal di akhir 1990-an.

Limp Bizkit meraih kesuksesan besar lewat album Significant Other (1999) dan Chocolate Starfish and the Hot Dog Flavored Water (2000), yang melahirkan sejumlah hit global seperti Nookie, Break Stuff, Rollin’ (Air Raid Vehicle), dan My Generation.

Album-album tersebut terjual jutaan kopi dan membawa band ke puncak kejayaan di era MTV.

Rivers dikenal di kalangan penggemar dan kritikus sebagai bassist dengan teknik groove yang kuat serta kemampuan menjaga dinamika musik band yang agresif namun tetap berirama.

Media The Guardian menyebutnya sebagai “detak jantung di balik suara Limp Bizkit,” sementara Rolling Stone menulis bahwa “gaya bermainnya menjadi tulang punggung yang menyeimbangkan energi liar band.”

Selama lebih dari tiga dekade, Rivers menjadi bagian penting dari perjalanan karier Limp Bizkit. Ia terlibat dalam seluruh album studio band, termasuk Still Sucks (2021), yang menandai kembalinya Limp Bizkit setelah hampir satu dekade hiatus.

Selain menjadi bassist, Rivers juga berkontribusi dalam proses penulisan dan aransemen lagu.

Meskipun sempat mengalami masa-masa sulit di industri musik, Limp Bizkit tetap menjadi salah satu band yang berpengaruh dalam sejarah musik rock modern. Kehadiran Rivers disebut sebagai bagian yang tidak tergantikan dari keberhasilan tersebut.

Kabar meninggalnya Rivers langsung disambut duka mendalam dari para anggota Limp Bizkit dan komunitas musik global.

Ungkapan belasungkawa juga datang dari sejumlah musisi yang pernah berkolaborasi dengan Limp Bizkit, termasuk personel Korn, Papa Roach, dan Deftones. Mereka mengenang Rivers sebagai sosok yang rendah hati dan berpengaruh dalam perkembangan nu-metal.

Dalam salah satu unggahan cerita Instagram-nya, DJ Lethal menulis ucapan belasungkawa disertai tagar #FuckCancer, meski pihak keluarga belum mengonfirmasi penyebab kematian Rivers.

Belum ada keterangan resmi mengenai waktu maupun lokasi pemakaman Sam Rivers. Band meminta publik dan media untuk menghormati privasi keluarga selama masa berkabung.

(Maulina)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Sam Rivers #Limp Bizkit #meninggal dunia