RADAR MALIOBORO – Sebuah pesawat kargo tergelincir dari landasan pacu di Bandara Internasional Hong Kong dan mendarat di laut pada Senin dini hari, menawaskan dua staf darat.
Penerbangan Emirates EK9788 tiba dari Dubai sekitar pukul 03.50 waktu setempat (19.50 GMT) ketika keluar dari landasan pacu dan bertabrakan dengan kendaraan patroli bandara. Dua penumpang kendaraan tersebut tewas, sementara empat awak pesawat selamat dari kecelakaan itu.
Ini menandai salah satu insiden penerbangan paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir. Bandara Internasional kota ini memiliki catatan keselamatan yang baik.
Pihak berwenang segera meluncurkan penyelidikan untuk memastikan mengapa pesawat kargo itu menyimpang dari jalur pendaratannya. Pejabat bandara menegaskan bahwa instruksi yang benar telah diberikan kepada pesawat dan terdapat tanda-tanda pemandu di landasan pacu.
Direktur Eksekutif Operasi bandara, Steven Yiu, menjelaskan bahwa pesawat tersebut kemudian berbelok tajam meninggalkan landasan pacu. Menurut Yiu, pesawat itu menabrak pagar dan bertabrakan dengan mobil patrol, yang saat itu sedang melaju di jalan luar pagar “pada jarak aman dari landasan pacu,” sebelum mendorong mobil tersebut ke laut.
Yiu secara tegas menyatakan bahwa mobil itu “jelas tidak melaju ke landasan”. Ia juga menambahkan bahwa pesawat tidak mengirimkan sinyal darurat saat pendaratan, dan menekankan bahwa pesawat “seharusnya tidak berbelok kea rah laut.”
Penyelam telah menemukan jasat dua staf lapangan bandara berusia 30 dan 41 tahun yang tewas di dalam kendaraan patrol setelah ditabrak oleh pesawat kargo Boeing 747-481 milik Act Airlines (disewa oleh Emirates) yang tergelincir ke laut.
Meskipun pesawat yang terbelah dua dan Sebagian besar terendam air itu mengalami kerusakan parah, keempat awak pesawat dipastikan selamat setelah mendobrak pintu darurat dan berhasil diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi dalam dua menit. Biro transportasi Hong Kong menyampaikan duka atas meninggalkan dua korban di darat tersebut.
Seorang pejabat dari Otoritas Investigasi Kecelakaan Udara Hong Kong (AAIA) mengatakan mereka masih berusaha menemukan perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit, juga dikenal sebagai kotak hitam dari laut.
Landasan pacu yang terkena dampak akan tetap ditutup selama sisa hari itu, tetapi dua landasan pacu bandaran lainnya masih beroperasi.
Setidaknya 11 penerbangan kargo yang awalnya dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Hong Kong pada hari Senin telah dibatalkan, menuruti situs web Otoritas Bandara. Ini menandai insiden mematikan kedua di Bandara Internasional Hong Kong sejak dipindahkan dari Kai Tak ke Chek Lap Kok pada bulan Juli 1998.
Pada bulan awal 1999, sebuah pesawat penumpang China Airlines jatuh saat terjadi topan, menewaskan tiga orang.
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin