Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Festival Cahaya Diwali: Ragam Tradisi dan Kemeriahan Diwali, Festival Tahunan yang Mencerahkan Seluruh India

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:14 WIB
Perayaan Diwali (Sumber: Pinterest)
Perayaan Diwali (Sumber: Pinterest)

RADAR MALIOBORO – Hari Raya Diwali atau yang biasa dikenal dengan “Festival Cahaya” merupakan hari raya penting umat Hindu. 

Hari Raya Diwali merupakan tradisi kuno yang dirayakan secara meriah dan riang, tidak hanya di India, Nepal, dan Sri Lanka, tetapi juga menyebar ke seluruh Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk di Singapura dan Malaysia, serta diberbagai tempat lain yang dihuni oleh komunitas besar umat Hindu atau keturunan India.

Perayaan Diwali ini juga kerap kali disebut sebagai festival cahaya atau festival of lights karena secara singkat, Diwali merealisasikan gagasan, “terang mengalahkan gelap, kebaikan mengalahkan kejahatan, dan harapan untuk awal yang baru”.

Waktu perayaan Diwali selalu dinamis, tanggalnya disesuaikan dengan kalender Hindu sehingga berubah setiap tahunnya dalam kalender Masehi. Festival ini bersifat layaknya perayaan tahun baru (Imlek) yang penuh suka cita. 

Inti perayaannya adalah berkumpulnya keluarga, mengenakan pakaian terbaik, dan menik ati beragam makanan lezat. Umat Hindu memandang Diwali sebagai kesempatan untuk memulai lembaran baru, seraya memberikan persembahan kepada Dewi Lakshmi dan Dewi Ganesha untuk memohon datangnya kekayaan dan kemakmuran. 

Perayaan Diwali dilakukan dengan cara yang meriah banyak kembang api terus menerus menyala, menciptakan tontonan yang berisik, kacau, dan menyenangkan di beberapa tempat di wilayah India. 

Banyak yang beranggapan bahwa suara kembang api yang keras memiliki makna, arti serta tujuan agar menakuti-nakuti roh jahat dan wisatawan yang tidak menaruh curiga selama berhari-hari sebelum dan sesudah perayaan Diwali. 

Perayaan Diwali membentang selama lima hari, dengan tradisi yang unik dan berbeda-beda diberbagai daerah. Persiapannya telah dimulai berhari-hari sebelumnya, dan kemeriahan api terus menghiasi langit beberapa hari setelahnya. 

Saat hari raya Diwali datang, jalanan di India akan dipenuhi dengan lampu dan kembang api, pasar-pasar ramai dengan penjual bunga marigold, dupa, serta manisan tradisional yang siap dibagikan kepada keluarga dan tetangga. 

Hari ketiga merupakan momen paling sakral, dianggap sebagai malam tahun baru. Sementara itu, hari penutup dikhususkan untuk mempererat ikatan kekeluargaan antara saudara laki-laki dan perempuan. 

Inti dari perayaan ini berfokus pada upaya menemukan kembali cahaya di tengah kegelapan, sesuatu yang terasa sangat relevan dalam kehidupan modern yang sering dipenuhi tekanan, tuntutan, dan kekhawatiran. 

Diwali juga mengajarkan pentingnya membersihkan diri, tak hanya dalam artisan fisik, tetapi juga secara batin.

Saat seseorang membersihkan dan menghias rumah mereka menjelang perayaan Diwali, hal tersebut sebetulnya sama dengan upaya membersihkan hati dari perasaan negatif seperti rasa iri, amarah, dan keserakahan. 

Sementara lampu yang dinyalakan pada malam Diwali bukan sekadar dekorasi, tetapi simbol pencerahan, harapan, dan energi positif yang diharapkan bisa tiap Langkah kehidupan di tahun mendatang.

Diwali juga merupakan perayaan yang mengedepankan nilai empati dan kebersamaan, ditunjukkan melalui tradisi berbagai makanan manis dan bertukar hadiah. Festival ini bukan hanya tentang menyalakan kembang api atau cahaya, melainkan juga sebuah pengingat filosofis bahwa setiap orang dapat menjadi ‘cahaya’ bagi lingkungannya, melalui kebaikan kecil, perdamaian, semangat berbagai, dan upaya pengembangan diri. 

(Hanifah Okta Romadhoni)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#hari raya #india #diwali