RADAR MALIOBORO – Jika biasanya dalang banyak ditekuni oleh generasi senior, sosok Ki Herjuno Pramariza Fadlansyah mahasiswa Universitas Indrasprasta Jakarta menjadi sorotan publik.
Dengan paras yang rupawan dan keahlian mendalangnya yang mumpuni, Ki Herjuno menjadi bukti bahwa kesenian tradisional seperti wayang kulit masih memiliki tempat di tengah generasi Z yang akrab dengan digitalisasi dan teknologi.
Ketertarikan mendalam Ki Herjuno dimulai sejak usia 2 tahun, karena sering diajak menonton wayang oleh sang kakek.
Kecintaan ini terus tumbuh, dan saat duduk di kelas 6 sekolah dasar, ia mulai berani tampil dan mengasah kemampuannya sebagai seorang dalang.
Baca Juga: Nama Hamish Daud Kembali Disorot Usai Isu Perceraian dengan Raisa, Ini Profil Lengkapnya
Meskipun memiliki warisan seni yang kuat, Ki Herjuno membangun reputasinya sendiri dengan ciri khas yang segar.
Pertunjukannnya disukai anak muda karena ia piawai memasukkan selingan humor dan menggunakan bahasa kekinian.
Keahliannya inilah yang membuktikan bahwa ia mampu menjadi dalang yang relevan. Sosok Ki Herjuno Pramariza pun menjadi inspirasi, menunjukkan bahwa generasi muda dapat menjadi garda terdepan.
Dalam menjaga kebudayaan bangsa tanpa perlu meninggalkan identitas modern mereka.
Baca Juga: Geblek, Makanan Khas Kulon Progo dengan Bentuk Unik dan Rasa Otentik
Melalui kiprahnya, Ki Herjuno Pramariza juga aktif mengajak generasi muda lainnya untuk ikut melestarikan budaya Indonesia di era digital.
Ia menegaskan pesan penting bahwa wayang kulit adalah warisan berharga yang harus dipertahankan.
Baca Juga: BGN Keluarkan Aturan Baru, SPPG Harus Masak MBG dengan Air Galon Demi Keamanan Pangan
Ki Herjuno menunjukkan bahwa tradisi dapat terus hidup dan berkembang selama ada generasi penerus yang berani memanggul estafet pelestariannya dengan cara yang inovatif dan menarik.
(Hanifah Okta Romadhoni)