RADAR MALIOBORO – Seorang turis asal Jepang meninggal dunia setelah terjatuh dari dinding luar Pantheon, salah satu situs bersejarah paling terkenal di Roma, pada Jumat (24/102025) malam.
Korban diidentifikasi sebagai Morimasa Hibino, pria berusia 69 tahun asal prefektur Hyogo, Jepang. Menurut laporan The Guardian dan People, Hibino sedang duduk di atas dinding pembatas bagian luar bangunan, diduga sedang beristirahat atau menikmati pemandangan malam Roma, sebelum tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari ketinggian sekitar tujuh meter.
Anak perempuannya yang turut berada di lokasi mengatakan, ayahnya sempat tampak tidak sehat sesaat sebelum terjatuh, diduga karena serangan penyakit mendadak.
Seorang imam yang sedang melintas di area tersebut menemukan tubuh Hibino tergeletak di dasar area tertutup di belakang pagar besi di Via della Palombella.
Petugas penyelamat tiba beberapa menit kemudian dan terpaksa memotong gembok gerbang untuk mencapai lokasi korban. Hibino dinyatakan meninggal di tempat kejadian setelah upaya pertolongan tidak berhasil.
Kepolisian Roma segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian. Rekaman kamera pengawas di sekitar Pantheon telah diamankan, dan pihak berwenang juga menunggu hasil autopsi untuk menentukan apakah korban mengalami gangguan kesehatan yang memicu jatuhnya.
Sumber kepolisian mengatakan sejauh ini tidak ada indikasi tindak kriminal dalam kasus tersebut.
Pantheon, yang dibangun pada abad ke-2 Masehi dan awalnya digunakan sebagai kuil untuk para dewa Romawi, kini menjadi basilika Katolik yang dikenal dengan kubah beton raksasanya dan oculus terbuka di bagian tengah.
Situs ini dikunjungi oleh lebih dari 4 juta wisatawan setiap tahun, menjadikannya salah satu destinasi paling ramai di Italia.
Kementerian Pariwisata Italia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan akan meninjau kembali sistem keamanan di sekitar situs-situs warisan dunia.
Otoritas kota Roma juga berencana menambah rambu peringatan dan pembatas di area-area berisiko tinggi bagi wisatawan.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin