Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pelaku Pencurian Perhiasan di Louvre Ditangkap: Dua Orang Diamankan Polisi Prancis

Iwa Ikhwanudin • Senin, 27 Oktober 2025 | 18:53 WIB

Sebuah tiara yang dikenakan oleh Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III (Sumber: BBC)
Sebuah tiara yang dikenakan oleh Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III (Sumber: BBC)


RADAR MALIOBORO – Dua tersangka telah ditangkap atas pencurian permata mahkota dari museum Louvers Paris. 

Kantor kejaksaan Paris mengatakan salah satu pria itu ditahan saat ia bersiap untuk naik penerbangan dari Bandandara Charles de Gaulle. 

Perhiasan senilai €88 juta (£76 juta; $102 juta) diambil dari museum yang paling banyak dikunjungi di dunia pada hari Minggu lalu, ketika empat pencuri yang membawa peralatan listrik membobol gedung tersebut di siang bolong. 

Baca Juga: Kerja Sama Mesir dan Palang Merah Internasional: Pencarian Jenazah Sandera di Jalur Gaza

Menteri Kehakiman Prancis telah mengakui protokol keamanan “gagal”, meninggalkan negara tersebut dengan “citra yang buruk”. 

Polisi Paris menangkap dua tersangka pencurian perhiasan di Musem Louvre pada Sabtu malam, salah satunya hendak melarikan diri ke Aljazair dan yang lain ke Mali. Penangkapan ini dibantu oleh temuan DNA dan barang bukti yang ditinggalkan di tempat kejadian. 

Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025 Download Gratis Desain Keren untuk Rayakan 28 Oktober

Para pencuri masuk menggunakan lift mekanis dari kendaraan mereka untuk mencapai Galeri Apollo melalui balkon tak lama setelah museum dibuka. Jaksa mengkritik bocornya informasi karena dapat menghambat upaya pengembalian pertama dan penangkapan pelaku lainnya. 

Dua pencuri masuk ke Louvre dengan membobol jendela menggunakan alat listrik dan mengancam penjaga. Mereka memecahkan dua kotak pajangan dan bereaksi hanya selama empat menit, melarikan diri menggunakan skuter.

Baca Juga: Makna dan Sejarah Hari Sumpah Pemuda 2025, Momen Lahirnya Semangat Persatuan dan Kebangsaan Indonesia

Investigasi menggunakan kelemahan CCTV, salah satu area yang diserang tidak memiliki kamera, dan Direktur museum mengakui bahwa kamera eksternal yang seharusnya memantau titik masuk tidak mengarah tepat ke lokasi kejadian, dan sistem kamera yang ada sudah “tua”. Kegagalan sistem keamanan ini memungkinkan pencuri menyelesaikan aksi tanpa terdeteksi tepat waktu. 

Para ahli juga menyatakan kekhawatiran bahwa permata itu mungkin telah pecah menjadi ratusan keping. 

Baca Juga: Ajak Jurnalis Jogja Naik Level, ACC dan Berijalan Gelar Workshop Menulis Lebih Cerdas dengan AI

Emas dan perak dapat dicairkan dan permata dapat dipotong menjadi batu-batu kecil yang hampir tidak mungkin dilacak kembali ke perampoknya, kata detektif seni Belanda Arthur Brand kepada BBC. 

Tindakan pengamanan sejak itu telah diperketat di sekitar lembaga kebudayaan Prancis. 

Baca Juga: Destinasi Watu Payung, Prambanan, Penyangga Tebing Breksi, Peroleh BKK Dana Keistimewaan Diproyeksikan sebagai Camping Ground

Museum Louvre telah menyerahkan beberapa permata paling berharganya kepada Bank of France setelah pencurian tersebut. Permata-permata itu kini disimpan di brankas Bank yang paling aman, 26 meter (85 kaki) di bawah lantai dasar kantor pusatnya yang elegan di pusat kota Paris. 

(Hanifah Okta)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#museum #kebobolan #perancis #louvre #pencurian