RADAR MALIOBORO – Kepolisian Prancis pada Sabtu (25/10/2025) malam, telah menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam pencurian beberapa perhiasan bersejarah dari Museum Louvre di Paris pada pertengahan Oktober.
Dikutip dari The Guardian, menurut keterangan kejaksaan Paris, salah satu pria, berusia 33 tahun, ditangkap di Bandara Charles de Gaulle saat hendak menaiki pesawat menuju Aljazair. Sementara tersangka kedua, 29 tahun, diamankan di rumah keluarganya di wilayah Seine-Saint-Denis, pinggiran utara Paris.
Baca Juga: Es Kepal Milo: Resep Segar yang Bikin Ngiler!
Pihak berwenang menyebut keduanya sudah dikenal kepolisian karena kasus pencurian dan penadahan barang mewah sebelumnya. Dua tersangka disebut memiliki catatan kriminal dan tampaknya merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas.
Meskipun penangkapan telah dilakukan, nasib perhiasan curian senilai sekitar €88 juta (sekitar Rp1,5 triliun) itu masih belum diketahui.
Baca Juga: Tips Berkunjung ke Goa Pindul: Surga Tersembunyi bagi Para Petualang di Jantung Yogyakarta
AP News melaporkan bahwa hingga Minggu (26/10/2025) sore, penyidik belum menemukan satu pun dari permata kerajaan yang diambil dari galeri Apollo di Louvre, tempat koleksi tersebut biasanya dipajang.
Aksi pencurian terjadi pada Minggu (19/10/2025), saat empat orang yang mengenakan rompi kerja menyamar sebagai teknisi pemeliharaan. Mereka menggunakan truk pengangkut furnitur curian yang dilengkapi dengan tangga lipat dan lift, untuk mencapai jendela galeri di lantai atas museum.
Baca Juga: Goa Pindul: Di Balik Keindahan Alam Tersimpan Sejarah dan Mitos
Dalam rekaman CCTV, para pelaku terlihat masuk ke dalam ruangan dalam waktu kurang dari tujuh menit. Mereka memecahkan kaca jendela, memotong dua etalase dengan alat pemotong logam, membawa sejumlah perhiasan bersejarah, lalu kabur menggunakan sepeda motor.
Barang lain yang dicuri meliputi tiara, kalung, dan sebutir anting dari set permata safir milik ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense. Kemudian kalung zamrud dan sepasang anting zamrud dari set milik Permaisuri Marie-Louise. Terakhir, bros reliquarium dan tiara serta bros besar bodice-knot milik permaisuri Eugenie.
Baca Juga: Pelaku Pencurian Perhiasan di Louvre Ditangkap: Dua Orang Diamankan Polisi Prancis
Kepolisian Prancis membentuk satuan penyidik khusus beranggotakan lebih dari 100 orang untuk melacak pelaku dan barang curian. Tim forensik telah mengumpulkan lebih dari 150 sampel DNA dan sidik jari dari lokasi kejadian.
Laurent Nuñez, Menteri Dalam Negeri Prancis, menyebut pemerintah bertekad memulihkan seluruh barang yang dicuri. Namun, ia juga memperingatkan bahwa perhiasan tersebut mungkin telah dipisah-pisah atau dijual ke luar negeri melalui pasar gelap perhiasan antik.
Baca Juga: Kerja Sama Mesir dan Palang Merah Internasional: Pencarian Jenazah Sandera di Jalur Gaza
Sementara itu, Direktur Louvre, Laurence des Cars, mengakui adanya “kelemahan serius” dalam sistem keamanan museum. Salah satu kamera pengawas yang seharusnya menghadap ke jendela tempat para pelaku masuk ternyata terpasang ke arah lain akibat kesalahan posisi.
Ia juga mengatakan pihak museum tengah melakukan evaluasi penuh terhadap protokol keamanan, dikutip dari The Guardian.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025 Download Gratis Desain Keren untuk Rayakan 28 Oktober
Pihak kepolisian mengungkapkan dua tersangka akan menjalani pemeriksaan yudisial awal pekan ini, sementara dua pelaku lain yang terekam kamera masih buron.
Kasus ini menjadi salah satu pencurian karya seni terbesar di Eropa dalam dua dekade terakhir dan memicu sorotan terhadap keamanan lembaga kebudayaan di Prancis.
(Maulina)