RADAR MALIOBORO – Jamaika tengah bersiap menghadapi Badai Melissa, badai kategori 5 dengan kecepatan angin mencapai 282 km/jam. Ini adalah badai terkuat di dunia sepanjang 2025, dan berpotensi menjadi paling dahsyat dalam sejarah Jamaika sejak pencatatan dimulai pada 1851.
Tiga orang telah dilaporkan meninggal dunia di Jamaika sebelum badai mendarat. Sementara itu, empat korban jiwa lainnya tercatat di Haiti dan Republik Dominika. Pemerintah Jamaika telah memerintahkan evakuasi di sejumlah wilayah Kingston dan mengaktifkan 881 tempat penampungan gratis.
Baca Juga: Museum Affandi: Menyusuri Jejak Sang Mestro Seni Seni di Tepian Kali Gajah Wong
Pusat Badan Nasional (NHC) memperingatkan bahwa badai ini bergerak lambat, yang dapat menyebabkan hujan deras berkepanjangan. Risiko banjir bandang dan tanah longsor sangat tinggi, terutama di wilayah pegunungan yang tanahnya sudah jenuh akibat hujan sepanjang Oktober.
Melissa saat ini berada sekitar 240 km/jam barat daya Kingston dan bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 4 km/jam. Kondisi badai tropis sudah mulai terasa di Jamaika, dan angin kencang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Selasa pagi waktu setempat.
Baca Juga: Cuka Apel: Rahasia Alami Untuk Sehat dan Cantik
Direktur NHC, Michael Brennan, mengimbau warga untuk tidak keluar rumah dan tidak mencoba menerobos mata badai. “Banjir bandang dan tanah longsor yang mengancam jiwa sangat mungkin terjadi,” ujarnya.
Wakil Direktur NHC, Jamie Rhome, menambahkan bahwa curah hujan ekstrem hingga 100 cm dalam empat hari ke depan bisa menciptakan bencana besar bagi Jamaika.
Baca Juga: Sumpah Pemuda: Dari Ikrar Sejarah Menuju Aksi Nyata Pemuda Masa Kini
Sementara itu, warga di pesisir utara mulai saling membantu dan memeriksa kondisi tetangga. Namun, kekhawatiran meningkat di dataran rendah, di mana sebagian warga enggan mengungsi karena takut rumah mereka dijarah.
(Hanifah Okta)