RADAR MALIOBORO — Dalam setiap pertunjukan wayang kulit, terdapat satu elemen penting yang tak pernah terpisahkan dari awal hingga akhir pementasan, yaitu gunungan. Bagi sebagian penonton, gunungan mungkin terlihat hanya sebagai hiasan atau pembatas layar, namun sesungguhnya benda ini memiliki makna filosofis yang mendalam dan simbolik dalam dunia pewayangan.
Baca Juga: Kisah Legendaris Tokoh Punakawan Dalam Pewayangan Jawa yang Penuh Filosofi dan Makna
Gunungan adalah wayang berbentuk gambar gunung beserta isinya. Di bawahnya terdapat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan perisai di depan gerbang istana. Di sebelah atas gunung terdapat pohon kayu yang dibelit oleh seekor ular naga. Dalam gunungan tersebut terdapat juga gambar berbagai binatang hutan. Gambar secara keseluruhan menggambarkan keadaan di dalam hutan belantara.
Baca Juga: Daftar Lengkap Wayang Kulit Di Indonesia yang Wajib Diketahui
Gunungan melambangkan keadaan dunia beserta isinya. Sebelum wayang dimainkan, gunungan ditancapkan di tengah-tengah layar, condong sedikit ke kanan yang berarti bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat. Setelah dimainkan, gunungan dicabut, dijajarkan di sebelah kanan.
Baca Juga: Pameran Internasional di ISI Yogyakarta: JMMK #17 dan YICAF Menjadi Sorotan
Gunungan dipakai juga sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita. Untuk itu gunungan ditancapkan di tengah-tengah condong ke kiri. Selain itu, gunungan digunakan juga untuk melambangkan api atau angin. Apabila gunungan dibalik, terdapat visualisasi gambar cat berwarna merah. Warna inilah yang melambangkan api.
Baca Juga: Penyebab Gugatan Cerai Artis Tasya Farasya Ke Suami
Pada dasarnya gunungan merupakan simbol kehidupan manusia. Setiap gambar dalam ornamen di dalamnya melambangkan seluruh alam raya beserta isinya mulai dari tingkatan kehidupan manusia dengan segala karakternya, hewan, hutan, serta lingkungan sekitar yang melingkupi. Bentuk gunungan yang meruncing ke atas melambangkan bahwa hidup manusia ini tujuan akhirnya akan menuju ke atas secara vertikal yaitu berserah kepada Tuhan.
Baca Juga: Artis Eza Gionino Siapkan Rumah Baru untuk Istri dan Anak di Tengah Proses Perceraian
Sedangkan rangkaian gambar dalam gunungan mempunyai makna yang melambangkan kehidupan manusia. Di antaranya adalah gambar pohon yang melambangkan kehidupan manusia di dunia ini, bahwa Tuhan telah memberikan perlindungan kepada umatnya. Beberapa jenis hewan yang berada di dalamnya melambangkan sifat, tingkah laku, dan watak yang dimiliki setiap orang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hiasan Semata! Membongkar Makna Filosofis di Balik Gunungan Wayang Kulit
Gambar samudra melambangkan pikiran manusia dan juga keinginan belajar yang tidak mengenal batasan usia sepertu luasnya samudra yang tiada bertepi. Ornamen gambar berbentuk rumah pendapa melambangkan suatu tempat tinggal atau negara yang di dalamnya terdapat kehidupan yang aman, tenteram, dan bahagia.
Baca Juga: Sumpah Pemuda: Dari Ikrar Sejarah Menuju Aksi Nyata Pemuda Masa Kini
Lebih dari sekadar simbol estetika, gunungan menjadi pengingat nilai-nilai kehidupan yang dijunjung tinggi dalam budaya Jawa, seperti keseimbangan, keharmonisan, dan penghormatan terhadap alam semesta. Di balik bentuknya yang sederhana, gunungan menyimpan filosofi mendalam tentang perjalanan hidup manusia dari awal hingga akhir, serta hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
(Dela Apriyanti)