RADAR MALIOBORO – Piercing atau tindik sudah lama jadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Kalau dulu tindik identik dengan daun telinga dan hanya dianggap sebagai aksesori kecil, kini piercing berkembang jadi bentuk ekspresi diri yang unik.
Tapi sebelum memutuskan untuk menambah tindik, sangat wajar kalau Anda merasa ragu. Takut sakit? Takut infeksi? Semua itu bisa dihindari asal Anda tahu posisi yang tepat dan cara merawatnya. Yuk, simak panduannya!
1. Kenali dulu area yang ingin ditindik
Sebelum memutuskan posisi tindik, penting untuk tahu karakteristik area tubuh Anda. Beberapa lokasi yang populer antara lain:
- Earlobe (daun telinga)
Jika Anda pemula, posisi ini bisa dikatakan sebagai posisi paling aman. Bagian ini paling lunak dan proses penyembuhannya relatif cepat, sekitar satu sampai dua bulan saja.
- Helix (bagian atas telinga)
Jika Anda ingin tampil lebih tinggi, tindik helix bisa dicoba. Tapi perlu diingat, area ini mengandung tulang rawan, jadi rasa sakitnya lebih terasa dan butuh waktu beberapa bulan untuk benar-benar sembuh.
- Tragus atau daith
Posisi tragus atau daith ini banyak digemari karena letaknya di bagian dalam telinga. Namun, karena letaknya dekat dengan saluran telinga, prosesnya agak lebih rumit dan rasa sakitnya lebih terasa.
- Hidung (nostril atau septum)
Jika Anda ingin penampilan yang standout, tindik hidung bisa jadi pilihan. Tindik ini cenderung memiliki vibe yang tegas. Rasa sakitnya tergolong sedang, terasa sakit namun juga cepat hilang.
- Tindik lidah atau bibir
Untuk Anda yang ingin tampilan lebih menonjol, bisa mencoba tindik lidah atau bibir. Area ini memang penuh saraf, jadi rasa sakitnya juga terasa. Namun, penyembuhan cenderung cepat asal kebersihan mulut dijaga dengan baik.
- Tindik pusar (navel)
Area ini juga cukup populer, terutama di kalangan pecinta bohemian. Tapi perlu diingat, area ini sering bergesekan dengan pakaian, jadi butuh waktu lebih lama untuk sembuh, bisa sampai setahun.
2. Siapkan diri Anda untuk rasa sakitnya
Rasa sakit sebenarnya relatif, tergantung dari tingkat toleransi rasa sakit masing-masing orang. Tapi secara umum, semakin banyak tulang rawan di area yang ditindik, semakin kuat pula sensasi nyerinya.
Jika Anda termasuk orang yang sensitif terhadap rasa sakit, sebaiknya hindari dulu tindik di area bertulang rawan. Mulailah dari posisi yang lebih ringan, lalu naik level secara bertahap.
3. Pilih tempat piercing yang aman dan profesional
Ini adalah tahapan yang paling penting. Piercing adalah prosedur yang menusuk kulit, jadi kebersihan dan sterilisasi alat adalah hal wajib.
Studio profesional selalu menggunakan jarum steril sekali pakai, bukan alat tembak, karena alat tembak bisa merusak jaringan dan meningkatkan risiko infeksi.
Perhatikan juga apakah piercer-nya memakai sarung tangan bersih, membersihkan area dengan disinfektan, dan memberikan panduan perawatan setelah tindik. Jangan ragu bertanya tentang bahan perhiasan yang digunakan. Pilihlah anting atau perhiasan dari titanium, emas, atau stainless steel karena lebih aman dan minim risiko alergi.
4. Rawat luka tindik dengan benar
Banyak orang menganggap perawatan tindik itu sepele, padahal tahap ini justru tak kalah penting. Luka tindik yang tidak dirawat dengan benar bisa berujung infeksi atau pembengkakan.
Anda bisa membersihkan area tindik dua kali sehari menggunakan larutan saline (air garam steril). Hindari alkohol atau antiseptik keras karena bisa membuat kulit kering dan iritasi. Jangan menyentuh tindik dengan tangan kotor, dan pastikan selalu mencuci tangan sebelum membersihkannya.
Selama masa penyembuhan, sebaiknya hindari berenang di kolam atau laut, karena airnya bisa membawa bakteri. Jangan juga tergoda untuk memutar atau mengganti anting sebelum waktunya.
Tanda bahwa tindik Anda sudah sembuh sempurna adalah tidak ada rasa nyeri, kemerahan, atau cairan keluar dari luka.
Jika Anda merasa area tindik terasa panas, bengkak berlebihan, atau muncul nanah, jangan panik tapi segera konsultasikan ke piercer profesional atau dokter. Lebih baik ditangani lebih cepat daripada menunggu infeksi semakin parah.
Menambah piercing memang bisa membuat penampilan jadi makin keren. Tetapi, di balik itu, tentu ada proses yang butuh kesabaran dan perhatian ekstra. Pastikan Anda memilih posisi tindik yang sesuai dan siap menjalani proses perawatan setelahnya.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin