RADAR MALIOBORO – Girl group K-Pop NewJeans kalah dalam gugatan hukum untuk mengakhiri kontrak dengan agensinya, ADOR. Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Selasa (28/10/2025) memutuskan bahwa kontrak eksklusif antara kelima anggota grup, Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein, dengan ADOR tetap sah dan berlaku hingga tahun 2019, dikutip dari BBC.
Dalam putusannya, pengadilan menolak permohonan NewJeans yang ingin memutus kontrak secara sepihak dengan alasan adanya perlakuan tidak adil dan manipulasi oleh pihak agensi. Bukti yang diajukan pihak penggugat disebut tidak cukup kuat untuk membuktikan adanya pelanggaran serius terhadap kontrak atau perlakuan tidak manusiawi di lingkungan kerja.
Kuasa hukum NewJeans menyatakan pihaknya menghormati keputusan hakim, namun akan segera mengajukan banding. Grup pelantun “Super Shy” tersebut menegaskan tidak berencana melanjutkan aktivitas di bawah manajemen ADOR.
Konflik antara NewJeans dan ADOR telah berlangsung lebih dari setahun. Dikutip dari media Chosun Ilbo, kontroversi bermula pada April 2024 ketika induk perusahaan ADOR, Hybe, merilis audit internal terhadap agensi dan meminta CEO Min Hee-jin mengundurkan diri.
Hybe menuduh Hee-jin berupaya membawa NewJeans keluar dari naungan perusahaan untuk mendirikan label independen. Pada Agustus 2024, Hee-jin kemudian diberhentikan dari jabatannya sebagai CEO ADOR.
Setelah insiden tersebut, NewJeans menyatakan dukungan terbuka terhadap Hee-jin dan menuntut agar mentor mereka dikembalikan ke posisinya. Ketika tuntutan tersebut ditolak, kelima anggota menggelar konferensi pers pada November 2024 dan mengumumkan keluar dari ADOR. NewJeans menuding agensi melakukan manipulasi dan sengaja menghambat kegiatan promosi grup.
Pada Maret 2025, NewJeans mencoba melanjutkan aktivitas dengan nama baru, NJZ, dan sempat tampil di sebuah acara di Hong Kong. Namun, pengadilan kemudian mengeluarkan perintah yang melarang grup tersebut melakukan aktivitas independen hingga perkara hukum diselesaikan.
Kasus ini menarik perhatian publik baik di Korea Selatan maupun penggemar K-Pop di seluruh dunia. Konflik terbuka antara artis dan agensi disebut masih jarang terjadi di industri K-Pop yang sangat kompetitif dan terpusat pada kontrak jangka panjang.
Dengan keputusan pengadilan ini, NewJeans secara hukum tetap terikat pada kontraknya dengan ADOR, sementara status aktivitas mereka ke depan masih belum jelas.
Hybe menyambut baik keputusan tersebut dan menyatakan akan “menegakkan keputusan hukum sesuai kontrak yang berlaku,” dikutip dari The Korea Herald.
Sementara pihak NewJeans menegaskan akan terus memperjuangkan hak mereka melalui proses banding.
(Maulina)
Editor : Iwa Ikhwanudin