Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Badai Melissa Tinggalkan Luka Mendalam: Puluhan Orang Tewas Akibat Badai Dahsyat yang Luluhlantakkan Wilayah

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:54 WIB
Badai Melissa membanjiri dan menghancurkan kota-kota di Karibia\ (Sumber: BBC)
Badai Melissa membanjiri dan menghancurkan kota-kota di Karibia\ (Sumber: BBC)

RADAR MALIOBORO – Badai Melissa terus menghantam Karibia dengan dahsyatnya, menghancurkan rumah-rumah dan infrastruktur, membanjiri permukiman dan mengakibatkan puluhan orang meninggal.

Dampak di Jamaika semakin nyata pada hari Rabu, setelah negara kepulauan itu menjadi sasaran langsung badai monster Kategori Lima, salah satu badai terkuat yang pernah tercatat di wilayah tersebut. Setidaknya lima orang telah dipastikan tewas di sana. 

20 orang lainnya meninggal dunia akibat banjir di Haiti saat Melissa, yang kini menjadi badai kategori dua, menerjang wilayah tersebut. 

Di Jamaika, warga masih terdampar di atap-atap rumah dan tanpa Listrik. Perdana Menteri Andrew Holness mencatat “kehancuran total” yang terjadi di negara kepulauan tersebut.

Badai Melissa menyebabkan kerusakan parah di Jamaika, dengan 80-90% atap bangunan rusak, termasuk fasilitas penting seperti rumah sakit, perpustakaan, kantor polisi, dan Pelabuhan. Raja Charles menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak badai yang disebutkan sebagai bencana pemecah rekor dan pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. 

Melissa juga memicu tanah longsor dan menumbangkan pohon-pohon palem di Jamaika sebelum bergerak ke Kuba sebagai badai kategori tiga, membawa angin hingga 185 km/jam dan hujan deras. Warga Kuba menggambarkan badai itu sebagai “mengerikan” dan “seperti tornado”. Presiden Miguel Diaz-Canel mengimbau masyarakat tetap waspada dan Bersiap menghadapi scenario terburuk. 

Pada Rabu malam, badai berada 170 km/jam dari Bahama tengah dan diperkirakan akan melanda wilayah tersebut semalaman. Gelombang badai berbahaya diprediksi terjadi sebelum Melissa bergerak ke utara menuju Bermuda. Peringatan badai tropis telah dikeluarkan untuk Kepulauan Turks dan Caicos, dengan kecepatan badai yang diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan. 

Badai Melissa menewaskan empat orang di Jamaika dan menyebabkan 75% wilayah kehilangan listrik. Kota Montego Bay terisolasi akibat banjir, sementara banyak rumah rusak parah, termasuk milik warga yang baru pindah dari AS. Di Mandeville, kerusakan besar terjadi dengan jalanan dipenuhi puing. Pembersihan diperkirakan mamakan waktu berbulan-bulan. Warga dan wisatawan menggambarkan badai sebagai pengalaman mengerikan. 

Pulau yang berbagi wilayah dengan Republik Dominika dilanda banjir bandang dan tanah longsor akibat Badai Melissa, memaksa 3.000 warga mengungsi. Banyak rumah di pesisir tersapu air, atap bangunan hancur, dan warga membersihkan puing-puing secara manual. 

Angin kencang dan hujan deras juga merusak tanaman di bagian selatan negara tersebut. Amerika Serikat mengirim tim tanggap bencana di Jamaika, sementara Haiti dan Bahama mengajukan permintaan bantuan resmi. Bantuan ini datang setelah penutupan USAID oleh pemerintahan Trump di tengah pemangkasan anggaran luar negeri. 

Melissa diperkirakan tidak akan mendarat di Amerika Utara, namun tetap menjadi siklon ekstratropis yang kuat mendekati St Johns, Newfoundland, Kanada, pada Jumat malam. 

(Hanifah Okta)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#menghancurkan #Badai Melissa #banjir #rumah #karibia