RADAR MALIOBORO – Raja Charles III memerintahkan saudaranya, Prince Andrew, untuk meninggalkan kediamannya di Royal Lodge, Windsor, sekaligus memulai proses formal pencabutan semua gelar dan kehormatan kerajaan.
Baca Juga: Ekspedisi SERUFO UNY Ajak Warga Kota Selami Keajaiban Tutup Ngisor Merapi
Dalam pernyataan yang dirilis Buckingham Palace pada Kamis (30/10/2025), disebutkan bahwa raja “telah memulai proses untuk menghapus gelar dan penghormatan” yang masih dimiliki Andrew, termasuk gelar Duke of York, Earl of Inverness, Baron Killyleagh, serta hak untuk menggunakan gaya His Royal Highness. Setelah keputusan ini berlaku, Andrew akan dikenal sebagai Andrew Mountbatten Windsor.
Baca Juga: KAI Services Buka Lowongan Pramugara/Pramugari untuk Lulusan SMA/SMK di 8 Kota
Dikutip dari AP News dan The Guardian, sumber kerajaan menyebut bahwa Andrew juga diminta menyerahkan sewa atas Royal Lodge, yang merupakan kediaman bersejarah berisi 30 kamar yang selama lebih dari dua dekade menjadi tempat tinggalnya.
Baca Juga: Marojahan Sintong Sijabat, Ayah Jerome Polin dan Pendeta Aktif, Tutup Usia Setelah Berjuang Melawan Penyumbatan Usus dan Paru-paru
Andrew akan dipindahkan ke properti yang lebih kecil di kawasan Sandringham Estate, yang disediakan secara pribadi oleh raja. Menurut laporan People, Raja Charles bersikeras bahwa keputusan tersebut diambil “demi menjaga integritas institusi monarki” dan untuk menghindari “konflik citra” yang terus membayangi keluarga kerajaan.
Baca Juga: Tattoo Semicolon: Ketika Tanda Baca Menjadi Simbol Harapan dan Ekspresi Diri
Keputusan ini muncul di tengah tekanan publik dan politik yang terus meningkat terhadap Andrew, terutama akibat hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein yang merupakan pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Selain itu, ia juga terjerat tuduhan pelecehan seksual terhadap Virginia Giuffre, yang juga merupakan korban dari Epstein.
Baca Juga: Skandal Seksual Menjerat Eks Politisi Australia, Divonis Lima Tahun Penjara
Meskipun kasus tersebut telah mencapai penyelesaian hukum pada 2022 tanpa pengakuan bersalah, reputasi Andrew tidak pernah pulih. Ia telah mundur dari tugas-tugas publik kerajaan sejak 2019 dan kehilangan banyak dukungan di dalam istana.
Baca Juga: Grubi, Bola Ubi Renyah nan Manis Khas Magelang yang Juga Populer di Jogja dan Solo
Royal Lodge sendiri menjadi sorotan karena disewa Andrew dengan biaya simbolis yang memberi hak tinggal jangka panjang dengan kewajiban perawatan (skema peppercorn rent). Kritik publik meningkat karena biaya pemeliharaan yang besar serta fakta bahwa Andrew tidak lagi menjalankan peran resmi.
Baca Juga: Rekomendasi Film Halloween: Pearl (2022) dan Horor Sebagai Bentuk Perlawanan Perempuan
Reaksi publik terhadap keputusan ini beragam. Banyak pihak memuji tindakan raja sebagai langkah yang diperlukan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi monarki, sementara sebagian kalangan konservatif menganggapnya sebagai “penghinaan” terhadap tradisi keluarga kerajaan.
Baca Juga: Resep Cenil Singkong Khas Jogja: Manis, Kenyal, dan Mudah Dibuat di Rumah
Dikutip dari The Guardian, proses formal pencabutan gelar akan dilakukan melalui royal warrant atau dokumen hukum kerajaan yang dapat dikeluarkan langsung oleh raja. Sementara itu, pengosongan Royal Lodge diharapkan selesai dalam beberapa minggu mendatang.
(Maulina)