Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

“Kami Butuh Makan!”: Jeritan Warga Jamaika yang Terlupakan di Tengah Bencana

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 1 November 2025 | 22:00 WIB
Kehancuran akibat Badai Melissa (Sumber: BBC)
Kehancuran akibat Badai Melissa (Sumber: BBC)

RADAR MALIOBORO – Black River, sebuah kota pelabuhan di Jamaika, kini berubah menjadi zona krisis setelah diterjang Badai Melissa, badai kategori lima yang menhancurkan sebagian besar wilayah Karibia. Di tengah puing-puing dan jalanan berlumpur, warga berjuang untuk bertahan tanpa listri, air bersih, atau bantuan yang memadai. 

Sudah tiga hari sejak badai melanda, namun bantuan belum juga menjangkau banyak wilayah terdampak. Warga menyusuri reruntuhan bangunan dan pasar yang hancur, mengais sisa makanan dan air minum kemasan. Beberapa bahkan memanjat atap pasar yang roboh untuk melemparkan botol air dan makanan kepada orang-orang yang menunggu di bawah. 

“Kami tidak egois, kami harus melemparkan makanan kepada orang lain,” ujar Demar Walker, salah satu warga yang kini tinggal berpindah-pindah di rumah yang masih berdiri. 

Di tengah keputusasaan, penjarahan tak terhindarkan. Apotek dan toko kelontong menjadi sasaran warga yang kelaparan dan kehausan. Wali Kota Black River. Ricard Solomon, menyebut situasi ini sebagai “keseimbangan rumit” antara kebutuhan bertahan hidup dan pelanggaran hukum. Ia mengaku memahami tindakan warga, meski tidak membenarkannya. 

Korban jiwa terus bertambah. Hingga Kamis, tercatat 19 orang meninggal di Jamaika, sementara 30 lainnya tewas di Haiti. Banyak warga masih mencari keluarga mereka yang hilang, termasuk Walker yang belum bisa menghubungi putranya di Westmoreland karena jaringan telepon lumpuh dan listrik padam. Infrastruktur vital seperti rumah sakit, kantor polisi, dan pemadam kebakaran ikut hancur. 

Petugas medis Michael Tharkurdeen menggambarkan bagaimana lantai bawah stasiun pemadam kebakaran terendam air laut setinggi lima kaki. Ia menyelamatkan warga dengan luka parah dan menemukan jasad pria tak lagi bernyawa. 

Meski bantuan mulai berdatangan ke bandara utama di Kingston, akses ke daerah terdampak seperti Black River masih terhambat. Jalan utama rusak, banjir, dan dipenuhi kendaraan. Armada helikopter militer baru tiba Jumat sore, membawa harapan baru bagi warga yang telah berjuang sendiri.

 Baca Juga: PLTSa Menjadi Simbol Harapan Baru bagi Bantar Gebang

“Ini bukan soal uang,” kata Shawn Morris, warga St. Elizabeth. “Kami butuh makanan dan air.”

Black River kini berdiri di antara puing-puing, menunggu pemulihan yang belum pasti. Namun semangat warga untuk bertahan dan saling membantu menjadi bukti bahwa harapan masih hidup di tengah reruntuhan.

(Hanifah Okta)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Badai Melissa #jamaika #badai