RADAR MALIOBORO – Aroma tubuh bukan sekadar soal kebersihan. Penelitian menunjukkan bahwa bau badan kita dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gen, hormon, hingga makanan yang kita konsumsi. Setiap individu memiliki profil aroma unik, layaknya sidik jari, dan pola makan ternyata memainkan peran besar dalam daya tarik tubuh seseorang.
Baca Juga: Tragedi Longsor di Italia: Ayah dan Anak Perempuan Tewas Bersama dalam Pelukan
Secara biologis, makanan memengaruhi bau melalui dua jalur utama, usus dan kulit. Proses pencernaan menghasilkan gas yang keluar lewat napas, sementara senyawa kimia dari makanan juga diserap ke dalam aliran darah dan dikeluarkan melalui keringat. Di sinilah interaksi dengan bakteri kulit menciptakan bau khas yang bisa berbeda-beda tergantung menu harian kita.
Baca Juga: Pakubuwono XIII Berpulang: Jejak Sang Raja dalam Menjaga Marwah Keraton Surakarta
Makanan tinggi sulfur seperti bawang putih, brokoli, dan asparagus memang dikenal menghasilkan bau menyengat. Namun, studi menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih justru membuat aroma keringat pria lebih menarik bagi wanita. Efek ini di duga berasal dari antioksidan dan antimikroba bawang putih yang meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Baca Juga: Kereta Pusaka Bergerak Lagi: Simbol Sakral Penghantar Raja Surakarta Menuju Keabadian
Sebaliknya, pola makan tinggi karbohidrat justru menghasilkan aroma tubuh yang kurang menarik. Konsumsi buah dan sayur terbukti memberi aroma tubuh yang lebih harum dan manis, serta membuat kulit tampak lebih cerah berkat kandungan karotenoid, senyawa alami yang ditemukan dalam wortel, tomat, dan pepaya.
Baca Juga: Rekomendasi Film Komedi Romantis yang Wajib Ditonton Saat Santai
Namun, tidak semua orang bereaksi sama terhadap makanan. Misalnya, tidak semua orang menghasilkan bau khas urin asparagus, dan kemamouan mencium bau tersebut juga dipengaruhi oleh genetika. Ikan dan kacang-kacangan mengandung trimetilamina, senyawa yang bisa menyebabkan bau seperti ikan busuk, terutama pada penderita trimetilaminuria, kondisi langka yang membuat tubuh gagal mengurai senyawa tersebut.
Baca Juga: Lagi, Binaan Astra Honda Melesat Kencang di Barcelona Ciptakan Sejarah Untuk Indonesia.
Daging juga berkontribusi terhadap aroma tubuh. Studi menunjukkan bahwa pria yang menjalani diet tanpa daging memiliki aroma keringat yang lebih menarik dibandingkan mereka yang mengonsumsi daging secara rutin. Hal ini mengejutkan para peniliti, mengingat daging telah menjadi bagian penting dalam evolusi pola makan manusia.
Baca Juga: UMKM dan Perajin Batik Yogyakarta Ramaikan Grand Launching HERITAVERSE di Surabaya
Alkohol dan kafein pun tak luput dari sorotan. Alkohol melepaskan asetaldehida, senyawa berbagau tajam yang keluar lewat napas dan keringat. Semantara kafein merangsang produksi keringat menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri penyebab bau badan. Ironisnya, studi menunjukkan bahwa peminum bir memang lebih menarik, tapi hanya bagi nyamuk.
Baca Juga: Bisa Dijadikan Sebagai Ide Lauk di Rumah, Yuk Intip Resep Dari Masakan Udang Saus Padang Yang Dijamin Enak!
Eksperimen lain bahkan menunjukkan bahwa puasa selama 48 jam dapat membuat keringat wanita lebih menarik, meski memperburuk bau napas. Temuan ini memperkuat kesimpulan para peneliti, tidak ada rumus pasti tentang bagaimana makanan memengaruhi aroma tubuh.
Baca Juga: Adinda Thomas Ingin Buktikan Kualitas Akting Tanpa Peran Hantu, Ungkap Lokasi Syuting Paling Berkesan di Sosok Ketiga: Lintrik
Namun satu hal jelas, apa yang kita makan bukan hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga pd acara kita “tercium” oleh orang lain. Jadi, jika ingin tampik lebih menarik secara alami, mungkin sudah saatnya memperhatikan isi piring Anda.
(Hanifah Okta)