Ia dinilai menyinggung adat salah satu suku di Indonesia.
Video yang tersebar ialah video pandji pragiwaksono yang berisi materi stand up comedy yang menyebut bahwa upacara kematian di Toraja membuat keluarga yang masih hidup menjadi miskin.
Buntut dari kembali viral video tersebut, panji dilaporkan ke pihak kepolisian karena dianggap menghina budaya upacara kematian suku toraja, pandji pragiwaksono dilaporkan oleh Aliansi Pemuda Toraja di Bareskrim Polri.
Aliansi Pemuda Toraja menganggap bahwa materi yang dibawakan oleh Pandji bermuatan penghinaan dan mengandung rasisme terhadap masyarakat suku toraja.
Pandji Pragiwaksono menyatakan bahwa dirinya siap untuk menanggapi laporan kasus penghinaan tersebut.
Dalam unggahannya di Instagram, Pandji menjelaskan saat ini ada dua proses hukum yang berjalan.
"Proses hukum negara karena adanya laporan ke kepolisian, dan proses hukum adat,” ujarnya.
Menurut Pandji, dirinya berusaha mengikuti proses hukum secara adat suku toraja sebagai bentuk pertanggungjawaban atas materi yang ia bawakan 12 tahun silam itu.
Dalam menjalani hukum adat tersebut, Pandji dibantu oleh Rukka Sombolinggi selaku Sekertaris Jendral Aliansi Masyarakat Adat Nusantara.
Pandji mengatakan bahwa Rukka Sombolinggi bersedia menjadi fasilitator untuk kasus yang menimpa Pandji dengan perwakilan dari 32 wilayah adat toraja.
Meskipun Pandji sedang mengusahakan untuk mempertanggungjawabkan atas kasus yang menimpanya secara hukum adat.
Di sisi lain, proses hukum pidana akan tetap dilanjutkan, dirinya mengaku bisa memastikan bahwa ia siap untuk menghadapi proses hukum pidana yang berjalan.
Karena kasus ini, pandji pragiwaksono belajar sekaligus untuk membuat dirinya lebih baik sebagai komika dan publik figur.
Dirinya juga mengingatkan bahwa kejadian yang menimpanya tidak membuat para komika lainnya tidak berhenti mengangkat nilai dan budaya dalam karya mereka.
Pandji juga mengatakan dalam postingan Instagramnya bahwa yang terpenting bukan berhenti membicarakan SARA.
"Tapi bagaimana membicarakannya tanpa merendahkan atau menjelek-jelekkannya,” ujarnya.
Pandji juga berharap agar para komika di Indonesia terus bercerita tentang adat dan tradisi bangsa Indonesia dengan cara yang lebih baik, lebih bijak, dan lebih menghormati.
Penulis: Alif Rizki Wahyu N K