RADAR MALIOBORO – Suasana mencekam menyelimuti London pada 1 November 2025, ketika aksi penusukan massal terjadi di dalam kereta yang tengah melaju.
Insiden yang terjadi sehari setelah perayaan Halloween ini menyebabkan kepanikan dan trauma mendalam bagi para penumpang.
Baca Juga: Sejak Kapan Kita Mendidik Anak? Ini Jawaban Yang Sering Ditemui
Menurut laporan dari berbagai sumber, peristiwa mengerikan ini terjadi di sebuah kereta yang melaju dari Doncaster menuju London King's Cross.
Seorang pria bersenjata pisau tiba-tiba menyerang penumpang secara acak, menciptakan adegan mengerikan dengan darah berceceran dan teriakan histeris.
Baca Juga: Ini Dia Resep Untuk Membuat Mochi Yang Dijamin Enak Dan Bisa Dibuat di Rumah Masing-Masing!
Beberapa saksi mata awalnya mengira kejadian tersebut hanyalah bagian dari lelucon atau prank Halloween.
Tradisi prank yang umum dilakukan saat Halloween membuat beberapa penumpang tidak langsung menyadari bahaya yang sebenarnya.
Namun, ketika melihat darah dan kepanikan yang nyata, mereka segera menyadari bahwa itu bukanlah lelucon belaka.
Baca Juga: Bikin Nostalgia di Era 2000-an, Ini Dia Digicam Yang Kembali Tren Sekarang Khususnya di Kalangan Gen Z!
"Awalnya saya pikir itu cuma prank Halloween yang kelewatan, tapi kemudian saya lihat darah dan orang-orang lari ketakutan," ujar salah seorang penumpang yang menjadi saksi mata.
Baca Juga: Kantor Pos Siap Salurkan Bansos PKH, BPNT, dan BLT Kesra Rp900 Ribu Setelah Bank Mandiri Cairkan Dana Awal November 2025
Akibat serangan tersebut, beberapa orang mengalami luka-luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Polisi segera melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil menangkapnya di Stasiun Huntingdon.
Baca Juga: Parenting Zaman Now: Antara Kebebasan Anak dan Batasan yang Bijak
Selain luka fisik, insiden penusukan ini juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam bagi para korban dan saksi mata.
Pemerintah kota London menyediakan layanan konseling dan dukungan psikologis bagi mereka yang terdampak.
Baca Juga: Diperingati Setiap 5 November, Mengenal Cinta Puspa dan Satwa Nasional
Pihak berwenang masih menyelidiki motif penyerangan tersebut.
Meskipun sempat ada spekulasi mengenai keterkaitan dengan terorisme, polisi menyatakan bahwa insiden ini tidak terkait dengan aksi teror.
Baca Juga: Pengganti Aku: Lagu Terbaru Raisa yang Bikin Publik Menebak Cerita di Baliknya
Insiden ini mengejutkan dan membuat masyarakat London merasa tidak aman.
Banyak yang mengecam tindakan pelaku dan menuntut hukuman yang setimpal.
Walikota London, Sadiq Khan, menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka, serta berjanji untuk meningkatkan keamanan di transportasi publik.
Baca Juga: Aroma hingga Rasa Khas dari Jahe Panas, Membawa Nostalgia saat Musim Hujan! Begini Cara Membuatnya di Rumah
Setelah kejadian ini, pemerintah meningkatkan keamanan di seluruh jaringan transportasi publik London.
Polisi meningkatkan patroli dan pemeriksaan di stasiun-stasiun kereta, serta memasang lebih banyak kamera pengawas.
Baca Juga: Anak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Kembali Menjadi Sorotan Publik, Sindir Perilaku Beragama Masyarakat Indonesia
Tragedi penusukan massal di kereta London ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
(Laeli Musfiroh)