Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

John Laws Tutup Usia di 90 Tahun: Suara Emas Australia yang Menemani Tiga Generasi Pendengar

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 11 November 2025 | 12:25 WIB
John Laws, legendaris talkback radio Australia, berpulang setelah 70 tahun mengudara (Sumber: BBC)
John Laws, legendaris talkback radio Australia, berpulang setelah 70 tahun mengudara (Sumber: BBC)

RADAR MALIOBORO – John Laws, pembawa acara radio talkback veteran Australia yang dijuluki “Golden Tonsils” karena suara khasnya, telah meninggal dunia pada usia 90 tahun. 

Laws, yang kariernya membentang lebih dari 70 tahun, pada puncak kariernya merupakan salah satu pembawa acara radio komersial dengan bayaran tertinggi di dunia. Resume-nya mencakup wawancara dengan 17 perdana Menteri Australia dan banyak selebritas. 

Perdana Menteri Anthony Albanese menggambarkan Laws sebagai “suara ikonik” sementara aktor dan mantan tetangga Russell Crowe mengatakan dia adalah “teman yang nakal”. 

Pada tahun 1990-an, ia bersama rivalnya Alan Jones, kedapatan melanggar aturan radio komersial dalam skandal “uang untuk komentat” karena tidak mengungkapkan pembayaran signifikan untuk dukungan siaran. 

Dalam pernyataan resmi pada Minggu, keluarga John Laws mengonfirmasi bahwa sang ayah, kakek, dan paman tercinta telah meninggal dunia dengan tenang di kediamannya di Sydney. Meski dikenal luas karena ketenaran dan prestasinya di dunia penyiaran, bagi keluarga, Laws adalah sosok pribadi yang hangat dan bermakna jauh dari sorotan publik. 

John Laws, yang dikenal sebagai “Golden Tonsils” karena suara khasnya, pensiun pada November lalu setelah berkarier di berbagai stasiun radio ternama seperi 2UE, 2GB, dan 2SM. Selama lebih dari 70 tahun, ia menjadi ikon talkback radio Australia, dengan jutaan pendengar setia, terutama dari wilayah pedesaan New South Wales. Sapaan khasnya “Hello world” membuka setiap siaran pagi yang legendaris. 

Pada tahun 2003, untuk menandai lima dekade kariernya, ia menerima mikrofon berlapis emas dari 2UE, yang kemudian hilang dicuri. Penghormatan atas kiprahnya datang dari berbagai tokoh, termasuk mantan PM John Howard yang menyebutnya sebagai figure dominan di dunia radio nasional, dan aktor Russell Crowe yang mengenangnya sebagai pribadi penuh semangat dan cinta. 

Baca Juga: Unisa Yogyakarta Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus Lewat Satgas PPKPT

Meski sukses, karier Lwas juga diwarnai kontroversi. Ia pernah dijatuhi hukuman penjara yang ditangguhkan karena wawancara dengan juri kasus pembunuhan, serta dinyatakan bersalah atas pelanggaran etika dan pencemaran nama baik dalam beberapa kasus siaran. Pada 2021, komentarnya yang ofensif terhadap pendengar kembali memicu kritik publik. 

Laws lahir di Papua Nugini pada 1935 dan pindah ke Austalia saat Perang Dunia II. Ia mulai karier radio pada usia 18 tahun di Victoria, dan dikenal sebagai pelopor talkback radio setelah perubahan regulasi penyiaran. Selama puluhan tahun, ia menjadi saluran komunikasi penting bagi politisi, termasuk Paul Keating yang menyebut pengaruh Laws sangat menentukan dalam politik nasional. 

Selain radio, Laws juga tampil di televisi dan film, termasuk dalam Ned Kelly (1970) bersama Mick Jagger. Ia menerima berbagai penghargaan, termasuk OBE dan CBE, serta dilantik ke Australian Media Hall of Fame. 

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, menyatakan bahwa keluarga Laws akan ditawari pemakaman kenegaraan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya. 

(Hanifah Okta)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#meninggal dunia #John Laws #penyiar radio