RADAR MALIOBORO - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pemerintah Indonesia secara intensif mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat akibat fenomena La Nina lemah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya kemungkinan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi terutama di daerah pesisir dan jalur penyeberangan laut.
Di sektor transportasi, AirNav Indonesia bekerja sama dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berdampak pada jadwal dan keselamatan penerbangan, dengan perhatian khusus pada wilayah seperti Lampung, Kalimantan, Makassar di November, lalu bergeser ke Pulau Jawa, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur pada Desember hingga Januari.
Langkah antisipasi juga bisa dilakukan dengan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) jika diperlukan, pengawasan faktor risiko seperti abu vulkanik dan gangguan di area bandara, serta penguatan keamanan siber untuk memastikan kelancaran sistem navigasi dan transportasi udara.
Upaya ini diharapkan mampu mengantisipasi potensi gangguan transportasi dan menjaga keselamatan masyarakat saat mobilitas tinggi pada masa liburan akhir tahun.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.