RADAR MALIOBORO – Ketegangan diplomatik antara Jepang dan Tiongkok berimbas pada industri hiburan. Setidaknya dua film Jepang populer ditunda perilisannya di Tiongkok setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan memicu kontroversi.
Media pemerintah Tiongkok, CCTV, melaporkan bahwa film Cells at Work! Dan Crayon Shin-Chan the Movie: Super Hot! The Spicy Kassukabe Dancers batal tayang sesuai jadwal. Distributor dan importir film Jepang menilai prospek pasar serta sentimen penonton di Tiongkok sebelum memutuskan penundaan.
Sementara itu, tiket masuk animasi Demon Slayer: Infinity Castle masih tersedia di bioskop Tiongkok. Namun, penjualan dilaporkan menurun dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya ketegangan politik. CCTV menambahkan bahwa film tersebut menghadapi “ketidakpuasan kuat di antara penonton Tiongkok” setelah pernyataan Takaichi.
Pernyataan Kontroversial
Pada 7 November lalu, Takaichi menyampaikan di parlemen Jepang bahwa Tokyo dapat mengambil Tindakan militer jika Beijing menyerang Taiwan. “Jika ada kapal perang dan penggunaan kekuatan, bagaimana pun Anda memikirkannya, itu bisa menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup,” ujarnya.
Beijing merespons dengan menyerukan warganya agar menunda perjalanan ke Jepang dan meminta para pelajar mempertimbangkan kembali rencana studi di sana.
Dampak Ekonomi
Ketegangan ini turut mengguncang pasar saham Jepang. Saham pariwisata, maskapai penerbangan, dan ritel anjlok tajam karena investor khawatir terhadap dampak respons Tiongkok. Padahal, Tiongkok merupakan sumber utama wisatawan ke Jepang dengan hampir 7,5 juta pengunjung dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
Taiwan di Persimpangan
Bagi Beijing, Taiwan adalah provinsi yang memisahkan diri dan pada waktunya harus kembali bergabung. Namun, banyak warga Taiwan yang mengganggap diri mereka sebagai bangsa terpisah, meski mayoritas mendukung status quo: tidak mendeklarasikan kemerdekaan, tetapi juga tidak bersatu dengan Tiongkok. CCTV belum memastikan berapa lama penundaan film Jepang akan berlangsung.
(Hanifah Okta)
Editor : Iwa Ikhwanudin