Hari Pohon Sedunia diperingati dengan semangat pelestarian lingkungan dan penanaman ribuan pohon di berbagai wilayah Indonesia.
Acara ini menyoroti pentingnya pohon sebagai paru-paru bumi yang menyokong kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan global tentang pentingnya pohon dalam mempertahankan keseimbangan lingkungan.
Pohon memiliki peranan yang sangat penting dalam melawan perubahan iklim dan juga menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.
Peringatan ini diciptakan oleh Julius Sterling Morton, seorang pecinta alam yang berasal dari Amerika Serikat.
Ia terkenal giat mempromosikan gerakan penanaman pohon dan perlindungan lingkungan.
Di tahun 1854, Morton beserta istrinya, Caroline Joy French, melakukan perpindahan dari Michigan menuju Nebraska.
Daerah tersebut saat itu masih kering dan sangat sedikit pohon, yang mendorong Morton untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan melalui kegiatan menanam pohon.
Pada tanggal 10 April 1872, Morton menyarankan akan diadakannya sebuah hari khusus untuk menanam pohon dalam Rapat Dewan Nebraska.
Usulan berjudul “Hari Pohon” tersebut kemudian diterima dan diperingati setiap tanggal 21 November, dengan perayaan pertama yang berlangsung di Spanyol.
Melalui perayaan Hari Pohon Sedunia, masyarakat di seluruh dunia diingatkan tentang pentingnya penanaman kembali dan perlindungan hutan sebagai paru-paru dunia.
Saat ini menjadi kesempatan untuk terus melestarikan dan merawat lingkungan demi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.