Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Tahukah Kamu Tanaman Sorgum? Pangan Tradisional dengan Potensi Besar

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 21 November 2025 | 22:06 WIB
Ilustrasi Tumbuhan Sorgum (foto: pinterest)
Ilustrasi Tumbuhan Sorgum (foto: pinterest)

RADAR MALIOBORO – Sorgum, atau dalam bahasa ilmiahnya Sorghum bicolor, merupakan tanaman serealia yang memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Tanaman ini diperkirakan berasal dari wilayah Afrika Timur dan Tengah, di mana budidayanya dimulai sekitar 8.000 tahun yang lalu. Seiring waktu, sorgum menyebar ke berbagai belahan dunia, mulai dari Asia hingga Amerika dan Australia, menjadi bagian penting dari pola makan di banyak budaya.

Di Indonesia, sorgum telah dikenal dengan berbagai sebutan lokal, seperti cantel dan gandrung. Sebelum beras mendominasi sebagai makanan pokok, sorgum sudah menjadi bagian integral dari diet masyarakat, termasuk di kerajaan-kerajaan Nusantara pada abad ke-5. Catatan arkeologis dan relief di Candi Borobudur menunjukkan bahwa sorgum tidak hanya dibudidayakan, tetapi juga diolah menjadi hidangan istimewa.

Sayangnya, seiring meningkatnya popularitas beras, sorgum mulai dilupakan. Meskipun masih ditanam sebagai tanaman musiman di lahan kering pada tahun 1950-an, minat terhadap sorgum menurun drastis pada tahun 1980-an hingga pasar untuk tanaman ini hampir hilang pada tahun 1990-an.

Kini, sorgum kembali mencuri perhatian karena kandungan nutrisinya yang luar biasa. Kaya akan serat, vitamin B, mineral, dan antioksidan, sorgum juga bebas gluten, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang memiliki intoleransi terhadap gluten. Dengan kemampuan untuk diolah menjadi berbagai produk makanan, seperti pengganti nasi, tepung, dan bahkan minuman, sorgum menawarkan alternatif yang sehat dan bermanfaat.

Lebih dari sekadar sumber pangan, sorgum juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk produksi etanol sebagai bahan bakar ramah lingkungan dan sebagai pakan ternak. Hal ini membuat sorgum tidak hanya relevan dari segi pangan tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Saat ini, Badan Pangan Nasional (NFA) telah mengambil langkah proaktif untuk menghidupkan kembali popularitas sorgum di Indonesia. Berbagai program dan kegiatan digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat sorgum sebagai pangan alternatif yang bergizi dan dapat membantu ketahanan pangan nasional.

Dengan sejarah yang kaya, manfaat kesehatan yang beragam, dan potensi yang tinggi, sorgum patut mendapat perhatian lebih.

Revitalisasi sorgum bukan sekadar pelestarian warisan budaya, tetapi juga upaya menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pangan #tradisional #Sorgum Bahan pangan #sorgum