RADAR MALIOBORO – Dunia hiburan Korea Selatan berduka atas kepergian aktor senior Lee Soon Jae yang tutup usia pada Selasa, 25 November 2025. sosok yang dikenal sebagai legenda layar kaca ini meninggalkan jejak panjang dalam dunia seni peran, bukan hanya melalui karya-karya yang ia bintangi, tetapi juga lewat filosofi hidup yang ia tanamkan kepada generasi penerus.
Lee Soon Jae memulai karier sejak era 1960-an dan menjadi salah satu aktor pertama yang direkrut oleh KBS. Puluhan tahun berkarya membuatnya tampil dalam lebih dari seratus proyek, mulai dari drama televisi, film, hingga panggung teater. Dedikasinya tidak pernah surut, bahkan di usia senja ia masih aktif berakting dan meraih penghargaan bergengsi, termasuk Grand Prize di KBS Drama Award 2024 menjadikannya aktor tertua penerima penghargaan tersebut.
Latar belakang akademisnya sebagai lulusan Filsafat Universitas Nasional Seoul memberi warna berbeda pada perjalanan kariernya. Baginya, akting bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk memahami manusia dan kehidupan. Pandangan ini membuatnya dihormati bukan hanya oleh penonton, tetapi juga oleh generasi muda aktor Korea yang menjadikannya panutan.
Pengakuan atas kontribusinya datang langsung dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, yang menyebut Lee Soon Jae sebagai sosok besar dalam budaya dan seni Korea. Ucapan belasungkawa dari pemimpin negara menegaskan bahwa peran Lee tidak hanya terbatas pada dunia hiburan, melainkan juga bagian dari identitas budaya bangsa.
Popularitas drama Korea yang mendunia turut memperkenalkan wajah Lee Soon Jae kepada penonton6 internasional. Serial seperti High Kick dan The Red Sleeve menjadi jembatan yang menghubungkan era klasik perfilman Korea dengan gelombang Hallyu modern. Kehadirannya di layar kaca memperlihatkan bagaimana seni peran bisa menembus batas generasi dan geografis.
Kepergian Lee Soon Jae bukan hanya kehilangan bagi dunia hiburan, tetapi juga momen refleksi tentang arti dedikasi dan cinta terhadap seni. Warisan yang ia ditinggalkan akan terus hidup dalam karya-karya generasi penerus, menjadikan namanya abadi sebagai simbol ketekunan dan pengabdian dalam dunia seni peran.
(Hanifah Okta)
Editor : Iwa Ikhwanudin