RADAR MALIOBORO – Band alternatif asal Bandung, Twonda, kembali menghadirkan karya terbaru mereka berjudul "Terima Kasih," yang ditujukan khusus untuk memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November. Lagu ini merupakan ungkapan penghargaan Twonda kepada para guru dan sosok-sosok inspiratif yang telah membimbing mereka sepanjang perjalanan hidup.
Melalui "Terima Kasih," Twonda menunjukkan kematangan dan kedalaman dalam lirik dan melodi. Lagu ini menceritakan proses perjalanan dari penyesalan menuju penerimaan, hingga akhirnya mengarah pada rasa syukur yang tulus. Pesan yang diusung cukup sederhana, namun memiliki makna yang mendalam: ucapan terima kasih, meski datang terlambat, tetap memiliki arti yang berarti.
Dalam hal musikalitas, Twonda mempertahankan ciri khas alt-rock dan Britpop modern yang telah menjadi identitas mereka. Kali ini, mereka menyajikannya dengan nuansa lebih organik, dihiasi dengan lapisan gitar yang hangat serta vokal emosional yang autentik, menciptakan atmosfer nostalgik yang mampu menggugah kenangan.
Lagu ini tidak hanya ditujukan untuk para guru di sekolah, tetapi juga untuk semua sosok yang menjadi mentor dalam kehidupan seseorang, seperti teman, pasangan, atau keluarga. Twonda ingin menekankan bahwa setiap pelajaran hidup, meskipun berasal dari interaksi singkat, layak untuk disyukuri dan dihargai.
Harapan Twonda adalah agar lagu ini menjadi pengingat bahwa ungkapan terima kasih, walaupun mungkin terlambat, tetap dapat menyentuh hati. Karya ini hadir sebagai penghormatan bagi semua yang pernah berperan sebagai guru dalam arti yang luas, mengajarkan nilai-nilai dan cara pandang hidup.
Isra Ruddin, CEO BIG Records Asia, menilai bahwa Hari Guru Nasional adalah momentum yang cocok untuk merayakan figur-figur yang berkontribusi besar dalam hidup kita. Ia menyebutkan bahwa "Terima Kasih" bukan sekadar lagu, melainkan juga pengingat emosional bahwa rasa syukur memiliki kemampuan menghubungkan semua orang. BIG Records Asia mendukung penuh peluncuran ini, mengapresiasi bagaimana Twonda berhasil mengemas rasa syukur dalam bentuk musik yang tulus dan menyentuh.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin