RADAR MALIOBORO - Para pecinta pedas percaya bahwa makan pedas tak hanya menambah selera makan, tetapi juga membantu untuk membakar kalori dan meningkatkan mood.
Namun, apakah pernyataan tersebut benar?
Penelitian membuktikan bahwa capsaicin memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh.
Capsaicin adalah salah satu kandungan pada cabai yang menyebabkan rasa pedas dan panas.
Ketika kita makan pedas, tubuh otomatis merespons dengan meningkatkan proses thermogenesis, yaitu pembakaran energi untuk menghasilkan panas sehingga capsaicin mendorong tubuh untuk membakar lemak lebih banyak.
Hasil studi lainnya menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi capsaicin dapat membantu mempertahankan metabolisme tetap aktif, meskipun efeknya tergolong kecil dan tidak signifikan sebagai alat penurun berat badan utama.
Selain itu, sensasi makan pedas dapat merangsang tubuh melepaskan endorfin, yaitu hormon yang membuat suasana hati lebih baik dan tubuh terasa rileks.
Otak membaca rasa pedas sebagai bentuk “rasa sakit ringan” yang membuat tubuh mengeluarkan endorfin untuk menyeimbangkan efek tersebut.
Tak heran apabila banyak orang merasa bahagia bahkan hingga ketagihan setelah menyantap makanan pedas.
Meski ada manfaatnya, konsumsi makanan pedas tetap harus dalam batas wajar.
Kebiasaan makan pedas berlebihan dapat memicu iritasi lambung dan memperburuk masalah pencernaan tertentu.
Sensasi panas yang memberi dorongan kecil pada metabolisme dan mood memang menarik, tetapi makanan pedas sebaiknya hanya sebagai pelengkap yang memberi bonus kecil bagi tubuh, bukan pengganti pola makan sehat dan gaya hidup aktif. (Desfina Citra)
Editor : Meitika Candra Lantiva