Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengayuh Sejarah, Menjaga Ekologi: Pemuda Ngupit Hidupkan Desa Lewat Heritage Cycling

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 2 Desember 2025 | 20:03 WIB
Dokumentasi kegiatan Ngupit Heritage 2025 (Insyaka Zidannadi)
Dokumentasi kegiatan Ngupit Heritage 2025 (Insyaka Zidannadi)

RADAR MALIOBORO – Puluhan anak muda dari berbagai daerah mengayuh sepeda menyusuri desa Kahuman, Ngawen, dan Jemawan, Minggu (30/11). Mereka mengikuti Ngupit Heritage Cycling 2025, sebuah tur sepeda yang bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan laboratorium terbuka untuk belajar sejarah dan ekologi desa Ngupit.

Berangkat dari Joglo Balai Desa Kahuman, titik awal yang menyimpan replica Prasasti Upit berusia lebih dari 1.159 tahun, peserta diajak memahami bahwa rute sepanjang 7 kilometer bukan hanya lintasan fisik, melainkan jalur pengetahuan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan desa.

Sekitar 50 peserta dari Klaten, Karanganom, hingga Bantul terdiri atas pemuda desa, santri, pegiat komunitas, dan budayawan. Mereka dipandu oleh tiga narasumber utama: Rohani, Basri, dan Salman Hamid. Setiap titik singgah menjadi kelas terbuka, membahas jejak Mataram Kuno, masa Islam, hingga kolonial dan pergerakan nasional. “Bersepeda membuat sejarah terasa dekat. Kita bisa berhenti, mendengar cerita, lalu berdiskusi tetap bergerak,” ujar Salman Hamid, pegiat pemetaan sejarah lokal.

Berbeda dari tur heritage pada umumnya, kegiatan ini dirancang dengan prinsip zero waste. Panitia mendorong peserta membawa botol minum isi ulang, mengurangi plastik sekali pakai, serta menjaga etika ketika memasuki ruang sakral atau properti privat. Penutup acara di Sumber Pengilon menjadi refleksi ekologis. Peserta diajak menyadari bahwa sumber air bukan sekadar objek wisata, melainkan menyangga kehidupan desa yang kini menghadapi ancaman krisis lingkungan.

Baca Juga: Lima Manfaat Buah Papaya Bagi Kesehatan, Berikut Penjelasannya!

Mayoritas panitia berasal dari Karang Taruna dan komunitas pemuda lokal. Bagi mereka, Ngupit Heritage Cycling adalah Latihan kolektif: mengorganisir acara, merancang narasi sejarah, sekaligus mengajak orang belajar bersama tanpa sekat antar tuan rumah dan tamu. Mereka tidak menjual paket wisata mewah, melainkan menawarkan ruang belajar bersama. Dengan cara sederhana mengayuh sepeda, mendengarkan cerita, dan menjaga lingkungan, anak muda menunjukkan bahwa revitalisasi desa bisa dilakukan lewat garda kecil namun berdampak besar.

Ngupit Heritage Cycling 2025 membuktikan bahwa Pendidikan informal berbasis komunitas mampu menghidupkan kembali sejarah desa sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis generasi muda.

(Hanifah Okta)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Ngupit Heritage Cycling 2025 #anak muda #mengayuh sepeda