RADAR MALIOBORO – Fenomena Cold Moon atau bulan purnama dingin akan menghiasi langit pada 4 Desember 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi banjir rob akibat pasang maksimum. Namun di Yogyakarta, fenomena ini tidak hanya dipandang sebagai ancaman, melainkan juga dijadikan momentum edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat.
Cold Moon dikenal sebagai bulan purnama terakhir di tahun 2025 yang bertepatan dengan posisi bulan berada lebih dekat ke bumi. Kondisi ini membuat pasang air laut lebih tinggi dari biasanya. BMKG menyebutkan sejumlah wilayah pesisir di Indonesia, termasuk Jawa, Sumatera, dan kawasan timur, berpotensi terdampak.
Di Yogyakarta, komunitas lingkungan dan akademisi memanfaatkan fenomena ini sebagai sarana edukasi mitigasi bencana. Mereka menggelar diskusi publik dan simulasi sederhana untuk mengajarkan masyarakat pesisir memahami siklus astronomi yang berkaitan dengan pasang surut laut. Cold Moon bukan hanya fenomena langit, tetapi juga pengingat bahwa masyarakat pesisir harus siap menghadapi banjir rob. Edukasi ini penting agar warga tidak hanya menunggu peringatan, tetapi juga memahami pola alam.
Beberapa sekolah dan kampus di Yogyakarta juga menjadikan Cold Moon sebagai bahan pembelajaran. Guru dan dosen mengaitkan fenomena ini dengan menjadikan pelajaran geografis dan fisika, sekaligus menekankan pentingnya menjaga lingkungan pesisir dari kerusakan. Selain itu, komunitas pemuda pesisir mengadakan kegiatan bulan sambil menyosialisasikan jalur evakuasi dan langkah-langkah sederhana menghadapi banjir rob.
Cold Moon 2025 bukan sekadar tontonan langit. Fenomena ini menjadi alarm edukasi yang menegaskan pentingnya pengetahuan astronomi, kesiapsiagaan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan pesisir. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya kagum pada keindahan bulan, tetapi juga lebih siap menghadapi risiko yang ditimbulkannnya.
(Hanifah Okta)
Editor : Iwa Ikhwanudin