SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih tinggi. Dalam periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB hari ini (11/12/2025), tercatat 5 kali guguran lava pijar meluncur ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, selama 6 jam tersebut juga terekam 25 kali gempa guguran dan 18 kali gempa hybrid/fase banyak. Meski asap kawah tidak teramati, suplai magma di dalam gunung masih terus berlangsung.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran kapan saja,” tulis PVMBG dalam laporan resmi MAGMA-VAR edisi Rabu dini hari.
Saat ini tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap pada Level III (Siaga).
Zona Bahaya yang Harus Dihindari
PVMBG kembali menegaskan radius bahaya sebagai berikut:
- Sektor selatan-barat daya (Sungai Boyong max 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng max 7 km)
- Sektor tenggara (Sungai Woro max 3 km, Sungai Gendol max 5 km)
- Radius 3 km dari puncak berisiko terkena lontaran batu pijar bila terjadi letusan eksplosif
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apapun di dalam zona tersebut.
Ancaman Lahar dan Abu Vulkanik
PVMBG juga mengingatkan potensi lahar hujan sangat tinggi, terutama saat curah hujan tinggi di sekitar puncak Merapi. Masyarakat di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Merapi diminta selalu waspada.
Selain itu, erupsi eksplosif maupun awan panas dapat menghasilkan hujan abu vulkanik yang mengganggu pernapasan dan aktivitas sehari-hari.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau ulang,” tegas PVMBG.
Warga diimbau terus memantau informasi resmi hanya dari PVMBG dan BPPTKG melalui situs https://magma.esdm.go.id atau akun resmi PVMBG di media sosial. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin