Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Bidik Indeks MSCI Global Februari 2026, Siapkan Akuisisi Besar di Sektor Non-Batu Bara

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 11 Desember 2025 | 20:45 WIB
(Ilustrasi by AI Image Generator)
(Ilustrasi by AI Image Generator)

RADAR MALIOBORO — Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus menjadi magnet bagi investor di pasar modal, mencatatkan kenaikan eksplosif lebih dari 200% dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan harga saham ini, yang mencapai Rp332 per lembar pada perdagangan Kamis siang (11/12/2025) meskipun IHSG melemah, didorong oleh dua faktor utama: perubahan fundamental bisnis dan spekulasi masuknya ke indeks global.

Direktur BUMI, Christopher Fong, menegaskan bahwa kunci kinerja positif ini adalah upaya strategis perusahaan untuk menggeser fokus dari ketergantungan batu bara ke sektor yang lebih luas.

“Kami sedang memprioritaskan ekspansi di sektor logam dan mineral agar bisnis BUMI lebih seimbang. Akuisisi baru sedang disiapkan dalam 6 sampai 12 bulan ke depan,” ujar Christopher.

Langkah diversifikasi ini bukan sekadar wacana. BUMI telah menunjukkan agresivitas dengan menuntaskan pembelian seluruh saham Wolfram Limited (WFL). Saat ini, perusahaan yang dimiliki oleh Bakrie & Salim ini juga tengah bersiap mengakuisisi Jubilee Metals Limited di Australia.

Ekspansi ini sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan BUMI.

Laporan hingga September 2025 menunjukkan pendapatan naik hampir 12 persen, dan yang lebih signifikan, laba usaha meningkat lebih dari dua kali lipat.

Di samping fundamental yang membaik, lonjakan harga saham BUMI juga didorong oleh antusiasme pasar terkait potensi BUMI masuk ke Indeks Global MSCI pada periode Februari 2026. MSCI adalah indeks yang menjadi acuan banyak manajer investasi global.

Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menilai bahwa likuiditas saham BUMI yang sangat tinggi—disebabkan oleh banyaknya lembar saham yang dimiliki publik—telah membuka peluang besar perusahaan untuk naik kelas ke panggung global tersebut.

“Pasar mulai mengantisipasi kemungkinan BUMI naik kelas ke panggung global (MSCI). Dengan likuiditas yang meningkat, peluang masuk MSCI makin terbuka,” jelas Hendra.

Meskipun saham BUMI diperkirakan akan tetap menjadi salah satu yang paling aktif diperbincangkan, analis mengingatkan investor, terutama pemula, untuk mewaspadai volatilitas dan pergerakan harga yang sangat cepat sebelum berinvestasi.

(Affrendi Kurniawan)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Bumi Resources #investor #pasar saham #saham #bumi