Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Sejumlah Wilayah

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 12 Desember 2025 | 01:56 WIB
Siklon Seroja (Sumber: Pinterest)
Siklon Seroja (Sumber: Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi dua bibit siklon tropis di wilayah Samudra Hindia yang berpotensi menimbulkan dampak cuaca ekstrem di Indonesia.

Bibit Siklon Tropis 91S dan 93S ini dipantau ketat karena dapat berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat, meski peluangnya masih rendah hingga sedang.

Menurut informasi resmi dari BMKG yang diunggah melalui akun Instagram resmi mereka, Bibit Siklon Tropis 91S terbentuk pada 7 Desember 2025 di Samudra Hindia barat daya Lampung.

Saat ini, kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot (46 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1006 hPa.

Potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan berada pada kategori rendah-sedang.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S terbentuk pada 11 Desember 2025 di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kecepatan angin maksimumnya sekitar 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1009 hPa, dan potensi berkembang juga dalam kategori rendah.

Dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 91S hingga 12 Desember 2025 pukul 13.00 WIB meliputi hujan sedang hingga lebat di Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.

Selain itu, gelombang laut tinggi diperkirakan terjadi dengan ketinggian 1,25-2,5 meter (moderate sea) di Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia Selatan Banten, dan Selat Sunda bagian selatan.

Gelombang lebih tinggi hingga 2,5-4,0 meter (rough sea) diprediksi di Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung.

Baca Juga: Kota Jogja Unggul 3 Poin, Kalahkan Angka MCP Kabupaten Sleman dalam Tata Kelola Antikorupsi

Untuk Bibit Siklon Tropis 93S, dampaknya mencakup hujan sedang hingga lebat di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur bagian barat.

Gelombang laut tinggi 1,25-2,5 meter juga diantisipasi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, Perairan selatan Jawa Timur, serta Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan.

BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem ini.

"Informasi terkait cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, dan tsunami dapat diakses melalui situs www.bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG," tulis BMKG dalam postingannya.

Pemantauan ini bagian dari tanggung jawab Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi banjir, longsor, dan gangguan transportasi laut. Pantau terus update dari BMKG untuk informasi terkini. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#siklon #Samudra Hindia #siklon tropis #cuaca ekstrem