SLEMAN — Aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga) berdasarkan laporan pemantauan terbaru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Dalam periode pengamatan 14 Desember 2025 pukul 12.00–18.00 WIB, tercatat puluhan kejadian kegempaan yang mengindikasikan aktivitas guguran masih berlangsung.
Berdasarkan laporan MAGMA-VAR Badan Geologi, selama periode tersebut terjadi 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–30 mm dan durasi 54,67–159,57 detik. Selain itu, terekam 17 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 3–23 mm dan durasi 12–32 detik.
Dari sisi visual, Gunung Merapi terpantau tertutup kabut dengan intensitas 0–III. Asap kawah tidak teramati. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga mendung, dengan angin bertiup tenang ke arah timur.
Secara meteorologis, suhu udara berada di kisaran 17,9–21 derajat Celsius, kelembaban tinggi mencapai 94–99 persen, dan tekanan udara tercatat 870,7–913 mmHg. Curah hujan tercatat 18 mm per hari, yang berpotensi meningkatkan risiko lahar dan awan panas guguran.
PVMBG menyatakan, suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam kawasan rawan bahaya. Potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya, mencakup Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.
Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Sementara itu, lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas guguran dan lahar, terutama saat hujan turun di sekitar Gunung Merapi. Warga juga diminta mengantisipasi potensi gangguan akibat abu vulkanik.
Baca Juga: Sri Mulyani Indrawati Siap Mengemban Profesi Baru di Oxford University pada 2026
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” demikian keterangan dalam laporan yang disusun oleh Erwin Widyon.
Laporan ini bersumber dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG. Informasi resmi aktivitas Gunung Merapi dapat diakses melalui laman magma.esdm.go.id serta kanal media sosial PVMBG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin