SLEMAN – Gunung Merapi (2968 mdpl), yang berada di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, masih mempertahankan Tingkat Aktivitas Level III (Siaga). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan aktivitas harian (MAGMA-VAR) periode pengamatan Senin, 15 Desember 2025, pukul 06:00 hingga 12:00 WIB.
Laporan yang disusun oleh Alzwar Nurmanaji dan Tri Mujiyanta mencatat, aktivitas kegempaan menunjukkan adanya pergerakan material di dalam tubuh gunung, yang mengindikasikan suplai magma masih berlangsung.
Rangkuman Aktivitas Merapi (15 Desember 2025 Pagi):
Aktivitas kegempaan yang tercatat dalam enam jam pengamatan meliputi:
Gempa Guguran: Terjadi sebanyak 21 kali, menunjukkan adanya runtuhan material.
Gempa Hybrid/Fase Banyak: Tercatat sebanyak 11 kali, menandakan pergerakan fluida (magma/gas/air) di dalam tubuh gunung.
Gempa Vulkanik Dangkal: Terjadi 4 kali, menandakan pergerakan magma di kedalaman dangkal.
Gempa Tektonik Jauh: Terjadi 2 kali.
Secara visual, gunung dilaporkan tertutup kabut (kabut 0-III) dan asap kawah nihil. Meskipun demikian, data pemantauan gempa menunjukkan bahwa potensi bahaya masih ada.
Rekomendasi Utama BPPTKG di Status Siaga
Dengan status Siaga (Level III), BPPTKG kembali mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar Gunung Merapi untuk mematuhi rekomendasi resmi demi keamanan.
1. Zona Potensi Bahaya (Guguran Lava dan Awan Panas Guguran/APG):
Potensi bahaya saat ini adalah guguran lava dan awan panas yang difokuskan pada dua sektor utama:
Sektor Selatan-Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
Lontaran material vulkanik eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Imbauan Penting:
Dilarang Masuk: Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Waspada Lahar Dingin: Masyarakat wajib mewaspadai bahaya lahar dan Awan Panas Guguran (APG) terutama saat terjadi hujan lebat di kawasan puncak.
Antisipasi Abu Vulkanik: Masyarakat diminta mengantisipasi potensi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi.
BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu terjadinya Awan Panas Guguran (APG) di dalam daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan. Masyarakat di DIY dan Jawa Tengah diimbau untuk tetap tenang dan selalu merujuk pada informasi resmi dari BPPTKG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin