SLEMAN – Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi (2968 mdpl) per periode pengamatan 15 Desember 2025, pukul 12:00 hingga 18:00 WIB, masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat di sekitar kawasan Merapi, khususnya di Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah), diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi resmi.
Peningkatan Kegempaan Guguran Terus Tercatat
Laporan aktivitas Merapi hari ini didominasi oleh gempa guguran, menandakan proses pertumbuhan dan penumpukan material di kubah lava yang terus terjadi.
* Gempa Guguran: Tercatat sebanyak 24 kali dengan amplitudo 2-20 mm dan durasi terlama mencapai 148,45 detik.
* Hybrid/Fase Banyak (Gempa Dalam): Terekam sebanyak 17 kali dengan amplitudo 2-25 mm.
* Vulkanik Dangkal: Terjadi 1 kali dengan amplitudo 32 mm.
Secara visual, gunung diselimuti kabut dan asap kawah dilaporkan nihil. Kondisi cuaca mendung dan berawan dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.
Rekomendasi Bahaya: Waspada Awanpanas dan Guguran Lava!
BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung, berpotensi memicu terjadinya awanpanas guguran (APG). Oleh karena itu, masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya.
Daerah Potensi Bahaya yang Wajib Diwaspadai:
* Sektor Selatan-Barat Daya (Jalur Lava Paling Aktif): Jangkauan maksimal 7 km. Meliputi Sungai Boyong (maks. 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maks. 7 km).
* Sektor Tenggara: Jangkauan maksimal 5 km. Meliputi Sungai Woro (maks. 3 km) dan Sungai Gendol (maks. 5 km).
Penting: Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Merapi.
Peringatan Bahaya Lahar dan Abu Vulkanik
Selain ancaman guguran lava dan APG, masyarakat di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Merapi diimbau untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sekitar gunung.
Masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan pernapasan dan lingkungan akibat sebaran abu vulkanik jika terjadi erupsi.
PVMBG akan terus memantau aktivitas Gunung Merapi dan akan meninjau kembali tingkat aktivitas jika terjadi perubahan yang signifikan.
Sumber Data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG (BPPTKG). (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin