Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Selama 55 Tahun Berkontribusi! Festival Sendratari DIY 2025 Angkat Api di Bukit Menoreh

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 17 Desember 2025 | 05:32 WIB
Festival Sendratari (Seni Drama dan Tari) digelar di Pendapa Agung Universitas Widya Mataram pada 19–20 September 2025 dengan mengusung tema besar Api di Bukit Menoreh.
Festival Sendratari (Seni Drama dan Tari) digelar di Pendapa Agung Universitas Widya Mataram pada 19–20 September 2025 dengan mengusung tema besar Api di Bukit Menoreh.

YOGYAKARTA – Festival Sendratari (Seni Drama dan Tari) merayakan perjalanan emasnya yang ke-55 tahun pada tahun 2025. Konsisten menjadi pilar penting dalam dinamika seni budaya Indonesia, perhelatan akbar kali ini sukses digelar di Pendapa Agung Universitas Widya Mataram pada 19–20 September 2025 dengan mengusung tema besar Api di Bukit Menoreh.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyoroti kontribusi signifikan festival ini selama lintas generasi. Menurutnya, Festival Sendratari tidak hanya menjadi ajang eksplorasi estetika tari, tetapi juga berhasil mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di bidang seni dan berfungsi sebagai ruang internalisasi nilai-nilai luhur budaya.

“Konsistensi membawa kontribusi dan dampak luar biasa. Salah satunya dewan juri yang bertugas adalah lulusan sendratari. Festival ini cukup banyak menghasilkan SDM berkualitas dan mampu menginternalisasi nilai melalui seni pertunjukan khususnya tari,” ungkap Dian Lakshmi Pratiwi.

Tema Api di Bukit Menoreh diambil dari karya monumental sastrawan legendaris SH Mintardja. Pemilihan tema ini bertujuan mendorong para seniman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menggali literasi, menafsirkan pesan perjuangan, keberanian, dan kebersamaan, lalu mentransformasikannya menjadi karya tari yang kontekstual.

“Kami berharap Festival Sendratari tahun ini tidak semata menjadi ajang kompetisi, tetapi lebih jauh menjadi ruang untuk saling mengapresiasi, belajar, dan melestarikan budaya. Semangat yang utama adalah kecintaan kita pada budaya,” tambah Dian Lakshmi.

Setelah dua hari penuh pertunjukan yang memikat dari kontingen seluruh kabupaten dan kota se-DIY, Festival Sendratari 2025 mengukuhkan para pemenang yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam seni pertunjukan.

Kabupaten Bantul tampil dominan setelah dinobatkan sebagai Penyaji Terbaik I dengan pementasan berjudul Singlon.

Posisi Penyaji Terbaik II diraih oleh Kota Yogyakarta dengan pementasan Guruh, diikuti oleh Kabupaten Gunungkidul sebagai Penyaji Terbaik III dengan karya Suluh. Sementara itu, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulon Progo masing-masing menempati posisi Penyaji Terbaik IV dan V.

Baca Juga: Sambut Keceriaan Natal & Tahun Baru 2025 di THE 1O1 Yogyakarta Tugu dalam Lelana Biruma A Festive Journey Beneath the Ocean Surface Yogyakarta

Dominasi Kabupaten Bantul semakin terlihat jelas dalam penghargaan kategori perorangan. Muhammad Samiata dari Bantul dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik, sementara posisi Penata Iringan Terbaik juga disabet oleh Bantul, melalui Revraja Diwandono. Dalam kategori akting, dua penghargaan utama dibawa pulang oleh Bantul: Irwanda Putra Rahmandika sebagai Pemeran Utama Putra Terbaik dan Nindian Kinaya Paramarastri sebagai Pemeran Utama Putri Terbaik.

Penghargaan individu lainnya diberikan kepada Lintang Ayodya dari Kota Yogyakarta sebagai Penata Tari Terbaik dan Irim-irim Laras Wangi, juga dari Kota Yogyakarta, sebagai Penata Rias dan Busana Terbaik. Sedangkan penghargaan Penata Artistik Terbaik diberikan kepada Subekti Wiharto dari Kabupaten Bantul, dan Peran Pembantu Putra Terbaik diraih oleh Putra Jalu Pamungkas dari Kota Yogyakarta. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#festival #sendratari #Api di Bukit Menoreh #SH Mintardja