SLEMAN, 19 Desember 2025 – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan terbaru mengenai aktivitas Gunung Merapi pada periode pengamatan Jumat, 19 Desember 2025, pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Hingga saat ini, gunung api yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut masih berada pada Tingkat Aktivitas Level III (Siaga).
Data Visual dan Meteorologi
Berdasarkan pengamatan visual, Gunung Merapi tampak jelas hingga tertutup kabut 0-III. Teramati asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis, memiliki tekanan lemah dengan ketinggian sekitar 10 meter di atas puncak kawah.
Kondisi cuaca di sekitar puncak terpantau cerah hingga mendung dengan angin bertiup tenang ke arah timur. Suhu udara berada di angka °C dengan kelembaban udara %.
Aktivitas Kegempaan Meningkat
Dalam kurun waktu enam jam, tercatat terjadi puluhan kegempaan yang menunjukkan suplai magma masih berlangsung aktif:
Gempa Guguran: Terjadi sebanyak 20 kali dengan amplitudo 2-28 mm dan durasi 42.48-104.08 detik.
Gempa Hybrid/Fase Banyak: Terjadi sebanyak 14 kali dengan amplitudo 2-21 mm dan durasi 16.67-48.58 detik.
Potensi Bahaya dan Rekomendasi BPPTKG
BPPTKG mengingatkan masyarakat di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman berikut:
1. Guguran Lava dan Awan Panas: Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
Sektor Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
2. Lontaran Material Vulkanik: Jika terjadi letusan eksplosif, material dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
3. Ancaman Lahar: Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di area hulu sungai yang berhulu di Merapi.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis Alzwar Nurmanaji dan Tri Mujiyanta dalam laporan resmi MAGMA-VAR.
Imbauan Bagi Masyarakat
Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan. Selain itu, antisipasi terhadap gangguan abu vulkanik juga harus dipersiapkan oleh warga di sekitar lereng Gunung Merapi.
BPPTKG akan terus memantau perkembangan aktivitas secara berkala. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat status Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin