Dewi menilai kritik tersebut tidak adil, mengingat Presiden Prabowo telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap para korban bencana.
Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram Jakartaviral, Dewi Perssik menegaskan bahwa Presiden Prabowo bahkan telah beberapa kali mengunjungi Aceh secara langsung untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik.
"Masih mending kamu, Aceh, didatangi Presiden tiga kali, kita Lumajang, Jember, belum didatangi tapi nggak berisik. Iya, yang gunung Semeru," kata Dewi Perssik.
Menurut perempuan yang akrab disapa Depe itu, di tengah situasi duka dan krisis kemanusiaan, seharusnya masyarakat saling mendukung, bukan justru saling menyalahkan atau menyebarkan komentar bernada kebencian.
"Setidaknya kalau misalnya nggak bisa ngasih bantuan secara energi buat korban becana, kasih donasi lah. Kalau tidak punya duit, jarinya dipakai yang baik-baik, bukan malah memecah belah rakyat, memfitnah prediden, kasihan," ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan bencana bukan ajang untuk saling menunjukkan siapa yang paling berjasa, melainkan membutuhkan sinergi dan persatuan semua pihak.
"Bukan waktunya sekarang siapa yang paling oke, siapa yang paling pintar, siapa yang paling banyak bantuannya. Tapi bagaimana kita bersinergi, bersatu," imbuhnya.
Dewi juga mengaku melihat langsung kerja keras aparat di lapangan, khususnya personel TNI yang terus bergerak membantu para korban di berbagai wilayah terdampak bencana di Sumatera.
"Anak aku di TNI. Pagi, siang, malam, bapak-bapak TNI jalan kaki memberikan bantuan. Ya Allah pada nirempati banget ngata-ngatain," ungkapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah mengunjungi Aceh sebanyak tiga kali, serta Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing dua kali dalam kurun waktu lima hari setelah bencana terjadi.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (20/12/2025), jumlah korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera telah mencapai 1.090 orang.
Lebih jauh, Dewi Perssik menduga adanya kepentingan tertentu di balik narasi negatif yang ramai beredar di media sosial.
Ia menilai kritik terhadap Presiden Prabowo tidak murni soal kemanusiaan, melainkan beraroma politik.
"Ada kepentingan kali, ada yang pengen jadi presiden kali. Menurutku aku Bapak Prabowo harus jadi presiden seumur hidup," ujarnya.
Muhtar Dinata