RADAR MALIOBORO - Yogyakarta memang dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya lokal. Selain itu, banyaknya destinasi wisata, kampus berkualitas, hingga keramahan masyarakatnya membuat banyak orang dari luar daerah tertarik datang dan menetap di Jogja.
Di media sosial, sering beredar julukan bahwa setiap sudut Jogja menyimpan cerita. Namun, di balik itu semua, ada sejumlah istilah dan singkatan khas yang kerap mereka yang bukan asli Jogja merasa kebingungan.
Apa saja istilah tersebut? Berikut daftarnya.
• Alkid = Alun-Alun Kidul (kidul berarti selatan)
• Altar = Alun-Alun Utara
• Amplaz = Ambarukmo Plaza
• Bangjo = Lampu lalu lintas (merah, kuning, hijau)
• Burjo = Warung Indomie (Warmindo)
• Congcat = Condongcatur
• Jago = Jl. Godean
• Jamal = Jl. Magelang (bukan Jalan Malioboro)
• Jakal = Jl. Kaliurang
Baca Juga: Prinsip-prinsip Etis Mahasiswa saat Menggunakan AI dalam Dunia Akademik
• Jalimtim / Jalimbar = Jl. Imogiri Timur / Jl. Imogiri Barat
• Jasol = Jl. Solo, dikenal juga sebagai Jl. Laksda Adisucipto
• Jawon = Jl. Wonosari
• Monjali = Monumen Jogja Kembali
• Munggah lantai loro = Munggah berarti naik, lantai loro berarti lantai dua; istilah ini biasa mengacu ke wilayah Kabupaten Gunungkidul
• Paris / Jl. Paris = Pantai Parangtritis / Jl. Parangtritis
• Parkus = Pantai Parangkusumo
Baca Juga: Zohran Mamdani Resmi Menjabat, Wali Kota Muslim Pertama New York
• Sarkem = Pasar Kembang, kawasan di selatan Stasiun Tugu yang dikenal dengan penginapan murah dan sejarah lokalisasi
• SCBD = Sebutan kawasan padat pendatang di Jogja: Seturan–Condongcatur–Babarsari–Depok
• Tamsis = Taman Siswa
• Yojo = Yogyakarta
Nah, sekarang sudah tidak perlu bingung lagi kalau mendengar istilah atau singkatan khas Jogja di atas. Selamat beradaptasi dan menikmati kehidupan di Kota Pelajar!
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin