Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Tak Semua Wilayah Tiongkok Rayakan Imlek, Tibet Sambut Losar

Magang Radar Malioboro • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:51 WIB
Potret masyarakat Tibet merayakan Losar, Tahun Baru khas Tibet.”  (Sumber: kolase berbagai sumber)
Potret masyarakat Tibet merayakan Losar, Tahun Baru khas Tibet.” (Sumber: kolase berbagai sumber)

RADAR MALIOBORO— Perayaan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi telah usai di berbagai wilayah Tiongkok. Namun, bagi etnis Tibet, pergantian tahun justru dirayakan melalui Losar, Tahun Baru Tibet yang mengacu pada kalender lunar tersendiri dan tidak selalu bertepatan dengan Imlek.

Di Kota Lhasa, Ibu Kota Daerah Otonom Xizang, suasana perayaan Losar terlihat di tengah kawasan permukiman multikultural. Warga dari berbagai latar belakang etnis seperti Tibet, Han, Hui, dan kelompok minoritas lain saling merayakan momen tahun baru dengan tetap menjaga identitas budaya masing-masing.

 Ucapan selamat Tahun Baru Tibet berdampingan dengan tradisi yang identik dengan Festival Musim Semi.
Salah satu kawasan yang mencerminkan keberagaman tersebut adalah kompleks hunian Ngangpa Kangchung di pusat kota Lhasa. Permukiman ini dihuni puluhan keluarga lintas etnis yang telah hidup berdampingan selama bertahun-tahun. Meski perayaan Imlek dan Losar terkadang berlangsung berdekatan, warga tetap menghormati perbedaan kalender dan tradisi yang dianut.

Baca Juga: Imlek 2026 Segera Tiba, Ini 7 Makanan Wajib di Meja Keluarga dan Maknanya

Dalam budaya Tibet, Losar memiliki makna spiritual dan sosial yang kuat. Perayaan ini biasanya diawali dengan pembersihan rumah sebagai simbol awal baru, diikuti dengan penyajian makanan khas seperti tsampa, teh mentega, serta chema, yakni kotak kayu berisi biji-bijian dan tepung jelai yang melambangkan kemakmuran dan keberuntungan. Selain itu, keluarga dan tetangga saling mengunjungi sebagai bentuk mempererat hubungan sosial.

Wilayah Xizang sejak lama dikenal sebagai ruang interaksi berbagai kelompok etnis. Secara historis, pertukaran budaya di kawasan ini telah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Saat ini, mayoritas penduduk Xizang merupakan etnis Tibet, dengan sisanya berasal dari berbagai kelompok etnis minoritas lainnya. Di Lhasa saja, terdapat lebih dari seratus kompleks hunian multikultural yang mencerminkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Keberadaan Losar menegaskan bahwa perayaan tahun baru di Tiongkok tidak bersifat tunggal. Setiap daerah dan etnis memiliki tradisi sendiri yang diwariskan turun-temurun. Tradisi Tahun Baru Tibet ini menjadi bukti kekayaan budaya yang tetap bertahan di tengah keberagaman masyarakat Tiongkok modern.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#wilayah #Tak #imlek #semua #Rayakan #sambut #tibet #tiongkok