Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Menelusuri Kelenteng Tertua di Indonesia, Jejak Sejarah dari Berbagai Daerah

Magang Radar Malioboro • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:53 WIB
Ilustrasi kelenteng yang menjadi tempat ibadah dan ruang budaya masyarakat Tionghoa di Indonesia.”
Ilustrasi kelenteng yang menjadi tempat ibadah dan ruang budaya masyarakat Tionghoa di Indonesia.”

RADAR MALIOBORO— Kelenteng menjadi salah satu bukti nyata masuknya budaya dan peradaban Tionghoa ke Nusantara sejak ratusan tahun lalu. Bangunan ibadah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat spiritual, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang melekat kuat dalam perjalanan panjang Indonesia. Beberapa kelenteng bahkan telah berdiri sejak masa kerajaan Nusantara dan terus bertahan hingga kini.

Keberadaan kelenteng-kelenteng tua ini menunjukkan bagaimana masyarakat Tionghoa beradaptasi dan hidup berdampingan dengan masyarakat lokal di berbagai wilayah. Berikut sejumlah kelenteng tertua di Indonesia yang masih berdiri dan digunakan hingga sekarang:

1. Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Jepara
Berlokasi di Desa Welahan, Jepara, kelenteng ini diperkirakan berdiri sekitar tahun 1600 Masehi. Usianya telah melampaui empat abad. Kelenteng ini didirikan oleh dua bersaudara keturunan Tionghoa sebagai wujud rasa syukur dan permohonan perlindungan. Hingga kini, bangunan tersebut tetap dimanfaatkan untuk aktivitas keagamaan sekaligus menjadi tujuan wisata budaya.

Baca Juga: Tak Semua Wilayah Tiongkok Rayakan Imlek, Tibet Sambut Losar

2. Kelenteng Hok Tek Ceng Sin, Jepara
Didirikan pada 1466 Masehi, Kelenteng Hok Tek Ceng Sin dikenal dengan ciri arsitektur khas Tionghoa, terutama pada bentuk atap dan ornamen bangunannya. Patung singa Kilin yang berada di bagian depan menjadi elemen visual yang menonjol. Di serambi kelenteng, terdapat lukisan 12 shio yang menggambarkan sistem kepercayaan dan filosofi kehidupan masyarakat Tionghoa.

3. Kelenteng Talang, Cirebon
Kelenteng Talang berdiri sejak sekitar 1450 Masehi dan memiliki orientasi bangunan yang menghadap ke laut. Keunikan lainnya terletak pada absennya ornamen naga di bagian atap, berbeda dengan kelenteng pada umumnya. Di dalam bangunan utama, terdapat patung singa serta altar yang masih digunakan sebagai tempat sembahyang.

4. Kelenteng Hong Tiek Hian, Surabaya
Kelenteng yang terletak di kawasan Pabean Cantian ini didirikan pada 1293 Masehi, bertepatan dengan masa awal kejayaan Kerajaan Majapahit. Arsitektur bangunannya mencerminkan gaya klasik Tionghoa yang kuat. Kelenteng ini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan dan budaya yang penting di Surabaya.

Baca Juga: Imlek 2026 Segera Tiba, Ini 7 Makanan Wajib di Meja Keluarga dan Maknanya

5. Kelenteng Kim Hin Kiong, Gresik
Didirikan pada 1153 Masehi, Kelenteng Kim Hin Kiong merupakan salah satu kelenteng tertua di Jawa Timur. Lokasinya berada di kawasan yang dihuni beragam komunitas, menjadikannya simbol harmoni sosial.

 Bangunan ini kini ditetapkan sebagai cagar budaya dan masih aktif digunakan untuk kegiatan ibadah dan budaya.

Kelenteng-kelenteng tertua di Indonesia tidak hanya mencerminkan perjalanan spiritual masyarakat Tionghoa, tetapi juga memperkaya mozaik sejarah dan kebudayaan Nusantara. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa keberagaman telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kelenteng #Menelusuri #Tertua #indonesia #di