Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Jurang Kaya–Miskin Makin Lebar, Ini Penyebabnya

Magang Radar Malioboro • Kamis, 8 Januari 2026 | 18:48 WIB
Ilustrasi dunia yang tak selalu adil, saat ketimpangan ekonomi semakin terasa. (AI)
Ilustrasi dunia yang tak selalu adil, saat ketimpangan ekonomi semakin terasa. (AI)

RADAR MALIOBORO - Pernah nggak sih kepikiran, kenapa semakin kesini jarak antara si kaya dan si miskin itu menjadi sangat lebar? 

Sebenarnya, faktor utamanya bukan karena si kaya si kaya lebih rajin dan kerja keras, tapi pola permainannya memang berbeda.

Orang kaya bisa saja tidur enak dirumah tapi penghasilannya tetap mengalir, sementara itu orang miskin harus kerja keras setiap hari namun penghasilannya gitu-gitu aja. 

Orang kaya main di aset. Mereka punya saham, properti, bisnis, atau investasi lain yang nilainya bisa naik sendiri. Meskipun misal krisis datang,  pemerintah atau bank sentral bisa menyuntikkan uang ke pasar biar ekonomi nggak ambruk, efeknya justru bikin harga aset melonjak. Yang punya modal senyum, yang nggak punya ya cuma bisa nonton bahkan tidak tau apa-apa.

Baca Juga: Sering Anxiety Attack pas bangun tidur? Coba ikuti 2 cara ini

Sementara itu, kebanyakan orang miskin hidup dari gaji ke gaji. Begitu harga kebutuhan naik, gaji malah masih segitu-gitu aja dan resiko PHK bisa terjadi kapanpun, apalagi dengan perkembangan AI sekarang. Inflasi juga bikin uang terasa makin tipis, tapi tabungan nggak nambah. Pengen nyoba investasi tapi sisa uangnya aja udah habis buat bertahan hidup.

Ketimpangan juga diperkuat oleh akses yang tidak setara. Orang kaya punya akses ke info finansial, pinjaman murah, bahkan peluang investasi yang nggak semua orang bisa masuk. Sebaliknya, banyak orang masih kesulitan buka rekening, apalagi dapat modal usaha tanpa bunga tinggi.

Belum lagi soal hidup yang nggak sama. Ada yang lahir sudah didalam keluarga yang kaya. Ada juga yang dari awal harus mikir bayar kontrakan bulan depan. Anak si kaya juga bisa ambil risiko tanpa takut gagal, sementara anak si miskin salah langkah sedikit langsung jatuh.

Baca Juga: Strategi Sukses Kuliah Tepat Waktu Sambil Bekerja

Faktor lain yang memperlebar jurang adalah warisan kekayaan dan jaringan sosial. Kekayaan sering kali diturunkan lintas generasi, lengkap dengan koneksi dan keamanan finansial. Sehiingga, anak si kaya juga bisa ambil risiko tanpa takut gagal, sementara anak si miskin salah langkah sedikit langsung jatuh.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menciptakan efek bola salju. Kekayaan menghasilkan kekayaan baru, sementara kemiskinan membuat seseorang terjebak pada biaya hidup tinggi, utang, dan keterbatasan peluang.

Tanpa perubahan kebijakan yang memperluas akses pendidikan, pekerjaan layak, dan modal produktif, kesenjangan ini akan terus melebar. 

Kemudian, jangan cuma mengandalkan bantuan dan kebijakan pemerintah, tapi dari diri sendiri harus punya tekad dan usaha yang lebih kuat serta cerdas untuk bisa keluar dari zona kemiskinan, meskipun prosesnya akan lama dan menyakitkan.

(Affrendi Kurniawan)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#miskin #jurang #kaya #Makin #lebar